Remedi

Aditian Nugraha
Chapter #36

Bab 36 — Pengakuan di Bawah Lampu Kuning

Malam datang perlahan.

Seolah sengaja menunda dirinya sendiri.

Langit gelap, nyaris tanpa bintang. Hanya bulan yang samar, tertutup lapisan tipis awan. Angin berhembus pelan, membawa dingin yang tidak sekadar menyentuh kulit—tapi meresap sampai ke dalam dada.

Di teras rumah, lampu kuning redup menggantung. Cahayanya lemah. Tapi cukup untuk memperlihatkan kelelahan yang tidak bisa disembunyikan.

Laras duduk di kursi kayu.

Tangannya saling menggenggam di pangkuan. Kepalanya sedikit menunduk. Tatapannya kosong—mengarah ke halaman yang sudah tenggelam dalam gelap.

Sejak tadi… ia tidak bergerak.

Di sampingnya, Joni duduk dengan posisi sedikit membungkuk. Siku bertumpu di lutut. Tangannya saling terkait.

Sesekali ia menghela napas panjang.

Seolah sedang mengumpulkan sesuatu yang belum selesai.

Cukup lama mereka diam.

Hanya suara jangkrik. Dan angin. Dan mungkin… rasa bersalah yang tidak bisa diucapkan.

“Om…”

Suara Laras akhirnya muncul.

Pelan. Hampir ragu.

Joni mengangkat kepala sedikit.

“Iya…”

Satu kata. Tapi berat.

Laras menarik napas dalam. Menahannya. Lalu melepaskannya perlahan.

“Kenapa baru sekarang?”

Tidak ada nada marah.

Tidak ada tuntutan.

Dan justru itu… yang membuat pertanyaan itu terasa lebih dalam.

Joni terdiam.

Matanya menatap lurus ke depan. Tapi jelas… pikirannya tidak di sana.

Ia kembali ke masa lalu.

Ke saat-saat di mana ia memilih diam. Dan mengira diam adalah pilihan yang aman.

Ia mengusap wajahnya pelan.

“Maaf ya, Ras…” suaranya serak.

 “Om takut.”

Laras menoleh.

“Takut apa?”

Joni tertawa kecil. Pahit.

“Takut semuanya jadi lebih buruk,” katanya.

“Takut ikut terseret. Takut kalau Om bicara… Om malah jadi bagian dari masalah.”

Ia berhenti. Menelan sesuatu.

“Om nggak siap kehilangan hubungan…”

 Suaranya makin pelan.

 “Sama Jati… sama Tari… sama keluarga.”

Laras menatapnya. Lama.

Berusaha memahami… meski hatinya belum sepenuhnya bisa menerima.

“Terus sekarang?” tanyanya.

Lihat selengkapnya