Renggut

Eve Shi
Chapter #1

Prolog

1963

Peristiwa yang paling menorehkan luka pada jiwa Ayla adalah tewasnya Ibu akibat serangan ilmu gaib.

Hari itu Ayla tidak disergap firasat apa pun. Semuanya dia lakoni seperti biasa, mulai dari membantu Ibu menyiapkan sarapan sampai mengenakan baju seragam. Setelah itu, dia berangkat ke Gunung Pasir, lokasi sekolah menengah milik pemerintah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Udara pagi itu hangat layaknya cuaca kota pantai.

Sepulang sekolah, Ayla menuju toko jahit milik orang tuanya. Mendiang Kakek dulu merintis usaha yang menjadi cikal bakal toko jahit bernama Purnama Tailor. Toko itu berada di tengah deretan toko-toko lain dekat Pasar Klandasan, pasar tertua di Balikpapan.

Orang tua Ayla mewajibkan dia mampir di Purnama Tailor sepulang sekolah. Cukup tiga hari dalam sepekan, dan tugasnya ringan saja, seperti membuang sampah atau merapikan barang-barang. Sejak usia sepuluh tahun, Ayla mulai belajar menjahit sedikit-sedikit.

"Purnama Tailor nanti aku yang urus, Bu?" tanya Ayla setengah hati. Dahulu Bapak bekerja di BPM, Bataafsche Petroleum Maatschappij. Perusahaan minyak warisan zaman kolonial itu merekrut banyak pekerja dari luar Kalimantan. Bapak, pria kelahiran Jawa Tengah, bekerja di BPM dan mempersunting Ibu, gadis suku Banjar. Ketika Ayla masih bayi, Bapak berhenti dari BPM demi mengelola Purnama Tailor bersama Ibu. Ayla tidak ingin toko jahit menjadi pilihan tunggal bagi masa depannya.

Ibu tersenyum sambil membelai rambut Ayla. Kenangannya tentang Ibu, selain senyum yang manis, adalah wangi parfum mawar yang kerap dipakai di rumah. "Tidak harus. Kita pikirkan saja pelan-pelan. Masih banyak waktu."

Lihat selengkapnya