Renggut

Eve Shi
Chapter #9

Giliran

"Ilmu gaib?" ulang Bapak. Berbeda dari ekspektasi Ayla, Bapak tak terdengar kaget. "Siapa yang sebegitu tega pada anak-anak seperti Erin?"

"Itu yang aku tanyakan!" sahut Ayla berapi-api. "Sembilas belas tahun ini, apa Bapak nggak dapat petunjuk sama sekali tentang si pelaku? Dia masih dendam ke keluarga kita, Pak! Sekarang dia serang cucu Bapak juga!"

Bapak tidak langsung menjawab. Kecurigaan Ayla, bahwa Bapak merahasiakan sesuatu tentang si pelaku, semakin kental. Ayla harus tahu rahasia apa itu, bahkan jika harus berjalan kaki ke Purnama Tailor sekarang juga.

Setelah gagal menelepon Bapak pagi ini, Ayla menunggu jam buka Purnama Tailor. Telepon berada di bagian belakang toko, terpisah dari ruang jahit tempat para pegawai bekerja. Asalkan tidak bersuara lantang, Bapak bebas bicara apa saja, dan Ayla bebas menagih jawaban.

Purnama Tailor buka pukul sembilan pagi. Pada pukul setengah sepuluh, Ayla menghubungi nomor yang akrab dengannya itu. Begitu Bapak mengangkat telepon, Ayla menukas: Pak, Erin diserang pakai ilmu gaib!

Reaksi Bapak, heran dan hanya sedikit kaget, makin mengokohkan dugaan Ayla. Bapak memegang nama si pelaku, tapi berpangku tangan. Sekedar menyebutkan nama itu pada Ayla pun beliau enggan. Apa pun alasannya, sudah waktunya Ayla tahu.

"Kalau ada kejadian aneh lagi, dan moga-moga nggak," lanjut Ayla, "aku akan terus terang ke suamiku soal meninggalnya Ibu. Risiko Bang Fauzi marah, menuduh aku menipu dia, aku yang tanggung."

"Ayla," sela Bapak, "kamu menyalahkan Bapak?"

Lihat selengkapnya