"Meninggal?"
Oksigen yang mengalir dari hidung Ayla tersekat di tenggorokan. Bahkan selagi dia berlutut, lantai di bawahnya terasa berayun. Demi menenangkan diri, dia mengurut-urut dada.
"Siapa dia, Pak?" Suaranya meninggi. Dia sadar bahwa itu kurang sopan, tapi dia harus memaksa agar Bapak tidak lagi-lagi berkelit. "Kenapa dia segitu dendam sama Ibu?"
Bapak diam selama beberapa saat. "Kamu ingat, sekitar tiga bulan sebelum kamu lahir, di Balikpapan ada kerusuhan besar?"
"Ingat," jawab Ayla. Kerusuhan itu pecah tanggal 13 Januari 1950. Pemicunya adalah kematian seorang buruh BPM, perusahaan minyak tempat Bapak bekerja.
Buruh itu ditemukan tewas ditikam. Dia berasal dari Timor, keresidenan yang terletak di sebelah timur Pulau Lombok. Tidak seorang pun yang mengaku sebagai pembunuhnya. Insiden ini menyulut amarah pegawai asal Timor lainnya.
Pada pukul empat sore, sekelompok pegawai Timor menyerang warga etnis lain. Akibatnya, warga Balikpapan marah. Mereka balas menyerang, bahkan membunuh, orang-orang Timor. Hasilnya, konflik antaretnis berkobar selama tiga hari di Balikpapan.
"Mencekam sekali suasananya," ujar Bapak. "Kantor dan sekolah diliburkan. Ibu sembunyi di rumah Kakek. Bapak sempat sembunyi di rumah kenalan. Namanya Mantir."
Salah satu sasaran amuk massa bernama Yohan, buruh asal Timor kenalan Bapak. Yohan kabur dan tiba di rumah Mantir. Bapak yang iba membujuk Mantir untuk mengizinkan Yohan berlindung di rumahnya.
Awalnya Mantir ragu. Massa yang terbakar amarah gampang sekali gelap mata, dan rumah Mantir bisa turut menjadi sasaran. Karena Bapak terus membujuk, akhirnya Mantir dengan enggan menyuruh Yohan bersembunyi di dapur.
Ketakutan Mantir terbukti: massa berhasil melacak Yohan sampai ke rumahnya. Mereka menyeret Yohan keluar ke halaman dan mengeroyoknya. Begitu Yohan tewas, mayatnya dicampakkan begitu saja.
Mantir tinggal berdua dengan adik laki-lakinya. Di luar jam sekolah, dia sering membantu abangnya berjualan di pasar. Hari itu adik Mantir sedang demam tinggi. Ketika massa menyerbu rumah dan membunuh Yohan, adik Mantir bersembunyi di kamar. Begitu massa pergi, dia memanggil-manggil abangnya.