Renggut

Eve Shi
Chapter #20

Jatuh

"Mami, aku duluan!" seru Naomi. Tanpa ancang-ancang, dia berlari ke dalam bangunan club, melewati Erin, Mama, Tante Lusia, dan Joshua. "Mau ke kolam dua meter!"

"Naomi!" seru Tante Lusia. "Sabar sedikit! Kolamnya nggak ke mana-mana. Sini, sama Mami."

Dengan berat hati, Naomi mengerem larinya dan menunggu rombongan mereka di undakan dekat kolam renang. Kolam pertama lebih kecil dan khusus untuk anak-anak. Kolam kedua, yang jauh lebih luas, ramai oleh perenang, terutama di bagian dengan kedalaman satu meter.

Kursi-kursi berbantalan merah di sekitar kolam dinaungi payung lebar warna-warni. Tangkainya sekaligus berfungsi sebagai tiang penyangga meja. Di sana sini para pengunjung berjemur di kursi putih dengan sandaran kaki. Satu-satunya meja kosong, yang langsung ditempati rombongan Erin, berada di sudut pagar yang mengelilingi area kolam renang.

Tante Lusia menggandeng Joshua ke kolam anak-anak. Naomi berlari ke kolam besar, diikuti Erin dan Mama. Sesampainya di sana, Naomi melompat ke air sedalam satu meter, sementara Erin dan Mama turun lewat tangga kolam.

Mama berenang bolak-balik di pertengahan kolam. Sebentar kemudian, Naomi menyeberang ke sisi kolam yang sedalam dua meter. Erin asyik berenang sendiri dan terlena oleh lega.

Sejak pagi, tak ada peristiwa aneh. Semua barang di kamar Erin tetap pada tempatnya. Setiap bunyi, dari kucuran air keran sampai suara Mama dan Papa, jelas asalnya. Dia pergi bersama Mama ke pasar dan kolam renang. Segala kenormalan ini menggeser ingatan akan kepala Daisy dan potongan telinga.

Setan takut manusia, apalagi kalau banyak. Kata-kata Naomi ini masuk akal. Sejak Mama dan Papa pulang main bridge sampai saat ini, Erin tidak sendirian. Makhluk itu tidak berkutik bila Erin bersama orang lain. Bila Mama dan Papa pergi, Erin tinggal pindah ke rumah Naomi atau ruang terbuka.

Naomi naik ke darat dan menuju papan renang yang lebih tinggi. Seorang anak laki-laki sedang berdiri di atas papan. Dari jarak ini, Erin mengenali alis lebat dan rambut cepaknya: Marco. Di kolam, biasanya dia terlalu asyik berenang untuk menjaili anak lain.

Setelah Marco terjun dan berenang ke pinggir kolan, tiba giliran Naomi. Papan terangguk-angguk selagi dia memantul-mantul di atasnya, menguji kemantapan posisi. Lalu dia melanting dari papan, menukik ke bawah, dan menyelam ke air.

Beberapa detik berselang, Naomi muncul ke permukaan. Seraya mengusap wajah dengan telapak tangan, dia kembali naik ke darat. Erin menuju tangga besi selagi Naomi berjalan di sepanjang sisi kolam.

"Kok, naik?" Dia bertanya ketika Naomi melewati tangga. "Renangnya udahan?"

Lihat selengkapnya