Renggut

Eve Shi
Chapter #26

Bertukar Jiwa

Kepala Daisy, atau bagian badannya yang lain, tidak ada di jalur belakang rumah. Erin memeriksa sampai ke lapangan samping rumah Naomi. Hasilnya nihil, dan dia pulang dengan kecewa.

Sejak mereka kembali dari club, Mama belum mengungkit gadis kecil di ruang biliar. Erin perlu mengingatkan Mama bahwa gadis kecil itu nyata dan mengganggu Erin, ditambah kepala Daisy sebagai bukti. Sekarang dia akan mencari di tanah kosong samping rumah. Bisa juga kepala Daisy terbawa angin ke pohon ceri dekat jalur aspal.

"Erin?"

Papa melongok dari pintu belakang. Erin terlalu sibuk mencari sampai tidak tahu kapan Papa pulang. "Iya, Pa?"

"Mama sebentar lagi ke rumah Kakek. Ada urusan. Erin di sini saja."

Erin menunjuk tanah kosong. "Main di situ boleh?"

"Main apa?"

Pertanyaan ini jarang sekali diajukan orang tua Erin. Sehari-hari mereka membebaskan dia bermain apa saja. Mungkin, karena Marco baru celaka, semua orang tua mencemaskan keselamatan anak-anak.

"Keliling-keliling aja sebentar," jawab Erin. "Nggak sampai ke jalan, kok."

Papa melayangkan tatapan ke arah pohon ceri. Biasanya Papa tidak memedulikan pohon yang dahan-dahan atasnya penuh semut merah itu. Yang ditatap pun bukan batang pohon, melainkan akarnya.

"Jangan lama-lama," kata Papa seraya menutup pintu.

Sesuai rencana, Erin menyisir tanah kosong. Di tengah kesibukannya, mobil yang menjemput Mama tiba di depan rumah. Mama naik seorang diri, dan mobil kembali ke jalanan kompleks.

Lihat selengkapnya