Renggut

Eve Shi
Chapter #32

Jelang Malam

Lampu teras masih padam ketika Erin pulang bermain. Dari balik jendela ruang tamu tidak ada sinar memancar. Jangan-jangan Mama lupa menyalakan lampu. Aneh, sebab Mama teliti dalam hal-hal semacam ini.

Erin membuka pintu depan, lalu urung melangkah masuk. Walaupun ruang tamu gelap, seberkas sinar dari lampu rumah tetangga menyeruak ke dalam. Sinar temaram itu menerangi Papa yang duduk di kursi ruang tamu.

Punggung Erin merinding. Dagu Papa belum tercukur, dan tali bahu kanan pada kaus singletnya melorot ke lengan. Tangan dan kakinya sama kurus dengan sebelum Erin pergi main. Yang berbeda adalah mata Papa terbuka.

Dengan lamban, Papa memiringkan wajah ke arah Erin. Mulutnya tersenyum kecil dan kedua matanya mengedip. Erin mulai tersadar bahwa ini bukan mimpi.

"Papa?"

Lihat selengkapnya