Blurb
Di Republik Dua Wajah ini, ada yang berpidato anti-korupsi di panggung megah, tapi malamnya hitung amplop tebal. Ada aktivis yang demo kesetaraan, tapi abaikan pembantu di rumahnya sendiri. Ada kita yang kritik orang lain di medsos, tapi tutup mata pada kontradiksi diri.
Melalui cerita-cerita satir yang lucu sekaligus menusuk, buku ini memotret masyarakat kita yang penuh topeng. Karena di sini, setiap orang punya dua wajah - dan yang paling menakutkan adalah ketika kita tak sadar lagi mana yang asli.