Requiem Darah Muda

Adeline Nordica
Chapter #6

Rebirth

Angin dingin dari kipas menggerakkan tirai plastik yang menggantung di lorong penyimpanan barang bukti tingkat negara. Jam dinding menunjukkan 02.14. Hanya satu petugas jaga malam: Ardin, pria kurus dengan mata kantuk yang memerah.

Ia menggenggam clipboard sambil berjalan di antara deretan kontainer.

Cahaya lampu neon di atasnya berkedip—tek… tek… tek—seperti sedang sekarat.

Ardin mengusap tengkuknya.

“Kenapa harus aku yang shift ini…” gumamnya.

Langkahnya berhenti di depan sebuah kontainer putih raksasa. Es menempel di tepinya, mengeluarkan uap dingin.

Di pintunya tertempel label merah mencolok:

CASE 77 — BODY OF JANE HAWK — DO NOT OPEN

Ardin menelan ludah. Nama itu saja sudah cukup membuat bulu kuduk berdiri.

Ia mengetik kode buka.

Beep… beep… beep.

Pintu bergeser perlahan, semburan udara dingin memenuhi wajahnya hingga ia merintih kecil.

Di dalam, hanya satu benda menonjol:

Kotak kaca segel biohazard, sebesar peti mati horizontal, dikelilingi lampu indikator.

Ardin melangkah mendekat. Sesuatu terdengar.

…kreeeeek.

Ia berhenti.

“…Apa tadi?” bisiknya.

Hening.

Hanya dengung mesin pendingin.

Ardin mendekat sedikit, menempelkan telinga pada kotak kaca.

Tek… tek… tek.

Seperti retakan kecil. Dari dalam.

Napasnya tercekat.

“Tidak mungkin… dia mati. Autopsi kedua kemarin juga mati,” katanya kepada dirinya sendiri.

Ia memeriksa layar monitor di samping kotak.

Indikator “Vital Zero” tetap merah. Tidak ada anomali.

Tapi suara itu…

CRAAAK.

Lihat selengkapnya