Aku pernah mendengar sebuah nasihat tentang cinta. Tapi aku tak pernah benar-benar memahaminya hingga momen itu. Pernikahan itu bukan tentang cinta. Mungkin kalian akan sedikit merasa aneh mendengar kalimat itu. Terutama bagi kalian yang sedang mencari pasangan hidup. Tapi aku telah melalui semuanya. Aku tak begitu yakin kalian akan memahami ini, tapi bagi sebagian orang, cinta itu bisa ditumbuhkan melalui proses yang santun dengan cara yang beradab. Kecuali kalian masih rancu membedakan antara cinta dan nafsu. Namun, yang menarik dari itu semua adalah cinta yang ditumbuhkan selama bertahun-tahun, dipupuk dengan ketulusan dan perhatian, bisa sirna begitu saja dalam hitungan detik. Secepat tegukan air yang membasahi dahaga. Ia juga meninggalkan luka bagi sebagian orang dan kekosongan bagi sebagian lainnya.
Setiap yang ada akan memberikan makna kepada yang lainnya. Begitu juga dengan orang-orang, peristiwa, tempat, dan kejadian yang pernah kita temui. Bahkan meski hanya beberapa saat, mereka ada untuk sebuah makna. Bahkan hal-hal kecil yang kita temui setiap hari sekalipun akan mengarahkan kita pada perilaku kita, kecenderungan kita, hingga keputusan-keputusan kecil yang mengarahkan kita pada sebuah takdir besar yang tidak pernah kita sangka-sangka. Jadi, dari orang dewasa untuk semua yang sedang memperjuangkan cintanya. Aku akan memberikan kalian satu nasihat gratis. Perhatikan hal-hal kecil di sekitar kalian, pupuklah kebiasaan yang baik, lakukan dengan penuh kesadaran, pada setiap rutinitas dan kebiasaan kecil kalian, karena bisa jadi. Hal-hal kecil itu justru akan menjadi penentu takdir kita di masa mendatang.