RESE〒

Erik Armayuda
Chapter #8

Tapi Aku Masih Ingin Kembali

Pagi ini Chan tampak ceria. Terlalu ceria. Kami menggambar fasad rancangan rumah impian kami. Ia berbicara ringan, seperti tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Seakan waktu masih panjang dan semua rencana itu benar-benar akan terjadi.

Sepertinya benar kata Denny. Interaksi positif, pikiran positif… bisa membantu proses penyembuhan. Aku ingin mempercayainya. Sungguh ingin. Lagipula, aku sudah banyak mendengar cerita-cerita seperti itu. Mungkin kami juga bisa seperti itu. Chan tertawa saat ia menggambar apel yang malah nampak seperti timun.

“Kak, nanti pokoknya aku mau rumah yang ada halamannya di belakang. Aku mau nanem sayuran dan memelihara kelinci.” Ia mengawang. Lalu melahap nasi kuning yang kusuapkan padanya.


“Eh… kunyah dulu. Kami tertawa.

Caranya tersenyum dan berbicara saat ini membuatku lupa bahwa kami masih ada di rumah sakit. Para perawat datang seperti biasa. Tapi kali ini mereka tidak banyak bicara. Satu per satu alat medis yang selama ini menempel di tubuh Chan dilepas. Tanpa penjelasan panjang dan tanpa instruksi yang biasanya berulang. Hanya anggukan kecil di antara mereka. Aku sempat ingin bertanya, tapi Chan sudah membuka mulutnya. Pak Surya dan Bu Prita berdiri di sudut ruangan. Mereka tersenyum. Tapi ada sesuatu di mata mereka yang tidak ikut tersenyum.

 

Setelah nasi kuning itu habis, Chan nampak lebih segar. Ia bahkan duduk lebih tegak dari biasanya. Para perawat telah pergi dan ruangan ini tiba-tiba terasa lebih lengang dari biasanya.

“Kak…”

“Hmm…”

“Kata mama ada toko bakery di ujung jalan sini lo,” kata Chan sambil menggambar. Aku meliriknya. “Kamu mau?” Ia tersenyum, tapi tidak langsung menjawab. Pandangannya bergeser ke arah jendela.


“Oh.. yaudah kalau gitu”

“Ih…“ ia mendengus pelan. “Suami yang polosnya seperti kertas HVS mah nggak akan ngerti.” Aku tertawa kecil, lalu bangkit mengambil jaket.

“Mau sekalian smoothies-nya?” Chan tidak langsung menjawab. Ia turun dari tempat tidurnya, lebih cepat dari biasanya. Lalu berjalan ke arahku.

Lihat selengkapnya