RESE〒

Erik Armayuda
Chapter #11

Buku yang hilang

*** 3 tahun setelah Reset***

Aku selalu menulis nama lengkapku di halaman pertama. Anastasya Renata. Lalu aku berhenti. Berdiam cukup lama karena nama itu terasa asing. Padahal itu namaku sendiri. Aku mencoba menulisnya sekali lagi. Huruf demi huruf. Seolah-olah dengan begitu aku bisa mengingat siapa pemilik nama itu. Tapi tetap, tidak ada yang terjadi.

Aku biasa dipanggil Ana. Anastasya berasal dari bahasa Yunani yang berarti kebangkitan, sedangkan Renata berarti lahir kembali. Ya, nama adalah doa, mungkin karena itulah aku masih ada di sini. Kabarnya dulu ketika aku dilahirkan, kedua orang tuaku hampir kehilangan aku. Semua upaya medis telah dilakukan, dan meski sempat dinyatakan meninggal, ajaibnya, beberapa menit kemudian aku mulai menangis dan tumbuh dengan baik. Kabarnya, itulah sejarah mengapa orang tuaku memberikan aku nama yang indah. Tapi sepertinya keajaiban itu tidak berhenti saat aku dilahirkan.

 Fakta uniknya, ini adalah hidup ke-duaku. Beberapa tahun lalu aku dan keluargaku mengalami sebuah insiden—setidaknya begitulah yang mereka katakan. Aku adalah satu-satunya orang yang selamat dari insiden itu. Inilah hidup keduaku. Apa kalian pernah mendengar istilah déjà vu? Itu adalah satu kondisi di mana kita merasa pernah melakukan sesuatu dalam nuansa yang sama, pada sesuatu yang sebenarnya baru kita lakukan. Aku memang pernah diberi tahu kalau aku pernah tinggal di Indonesia, tapi aku tidak ingat. Aku juga diberitahu bahwa aku punya teman. Itu pun aku tidak ingat. Tak satupun yang kuingat. Dokter menyebut itu amnesia total.

Tapi bagi orang sepertiku yang kehilangan ingatan, aku merasa déjà vu adalah cara diriku di masa lalu berkomunikasi denganku di masa sekarang. Aku merasa kenangan bukan tentang apa saja yang kita ingat. Tapi juga apa yang kita rasakan dan apa yang kita inginkan.

Lihat selengkapnya