Pukul 03.00 aku telah bangun untuk melaksanakan salat subuh. Seperti biasa, setelahnya aku membuka kotak herbal, lalu menghirup aroma yang ada di tabung kaca kecil. Hari ini juga sama, tak ada yang terjadi. Kulipat mukenaku dan beranjak ke dapur. Suara teko berisi air mendidih memecah keheningan pagi itu.
Aku lanjut memasak hingga matahari pagi berpendar di jendela apartemenku. Dari jendela balkon, terdengar suara Neko, kucing tetangga yang suka mengunjungiku di pagi hari seperti ini. Aku menggeser pintu kaca. Neko masuk dan langsung berlari ke arah tempat tidurku dan mulai menjilati bulunya di sana.
Aku melihat jam, lalu berjalan ke arah pintu apartemenku. Surat itu sudah di sana. Kumatikan komporku lalu kembali mengambil surat itu dan mulai membacanya di atas tempat tidurku. Neko berpindah ke pangkuanku. Hari ini surat itu berisi satu kata “家” yang secara singkat bisa diartikan sebagai ‘rumah’. Kututup suratnya dan kupejamkan mataku. Tak ada yang terjadi. Aku mengamati lagi surat itu, lalu aku menyadari di ujungnya ada bekas lipatan diagonal. Aku bangkit, meletakkan surat itu di atas mejaku bersama tumpukan surat serupa lainnya yang sudah terbuka.
Hari ini matahari bersembunyi di balik mendung. Musim gugur rupanya bergerak lambat menuju musim dingin dengan nuansa mendungnya yang khas.
“Berjemur itu baik untuk penyembuhan, tapi kalau tidak ada matahari, bagaimana, dokter?” gumamku sambil berbalik badan menuju rutinitas selanjutnya. Meletakkan botol susu kosong di depan pintu apartemen, lalu memindahkan tanaman kaktusku di depan pintu agar terkena matahari.
Hari ini adalah hari Jumat. Jadwalkan untuk bertemu dokter. Jika tidak ke dokter, biasanya aku akan pergi ke perpustakaan setelah membaca surat hingga waktu makan siang tiba. Lalu aku akan makan di stan makanan halal yang tempatnya agak jauh dari stan lainnya di kantin kampus. Namun, stan itu hanya buka pada hari tertentu. Itulah mengapa aku lebih sering membawa bekal daripada mengandalkan stand yang hanya buka sesuai mood penjualnya. Meski demikian, daripada semua kotak herbal, surat, dan terapi motorik yang harus kulakukan sebagai rutinitasku. Makan di stand itu lebih memberikan perbedaan pada benakku.