“Apakah ini halal?” tanyaku pada Hana. Ia mengangguk.
“Tenang, Ana, semalam aku sudah membaca semua penjelasan tentang makanan halal dan kupastikan cheesecake ini halal,” kata Hana sambil menunjukkan logo halal di Instagram brand tersebut.
“Hmmm… “ Aku tersenyum, mengambil sendok kayu dan memotong cheesecake itu. Tanpa terasa, butiran hangat jatuh di pipiku.
“Ana… apa kamu baik-baik saja?” tanya Hana dengan wajah cemas. Aku mengangguk sambil tersenyum. Aku memakan cheesecake yang jauh-jauh dibeli Hana dari Hokkaido. Enak. Entah karena chesecakenya atau karena kehangatan yang baru kurasakan setelah sekian lama.
***
Dua bekal yang selalu kubawa kini mulai memiliki makna ketika aku membaginya dengan Hana. Awalnya memang terasa berat. Ketika kami duduk di bangku taman seperti biasa Hana melihat dua kotak bekal yang kubawa. Awalnya hanya pertanyaan biasa, tapi karena tidak enak, aku mengatakan pada Hana bahwa ini untuk Hana. Tanpa kuduga, Hana meneteskan air mata. Ia merasa aku sangat baik padanya. Meski demikian, di hari itu kotak bekal yang kuberikan kepada Hana adalah kotak bekalku. Sementara kotak bekal kedua terus aku genggam tanpa membukanya hingga pertemuan kami berakhir pada hari itu.