RESE〒

Erik Armayuda
Chapter #30

Di dalam hati yang telah berdamai

Pagi itu aku meminta Sunset untuk menemuiku di bangku taman sekolah. Letaknya tidak jauh dari mobil logistik yang menurunkan barang-barang. Matahari mulai bersinar, tapi tidak cukup panas untuk membuat tumpukan salju itu mencair.

“Aku sudah memutuskannya…” ujarku setelah menarik napas dalam-dalam.

“Apa?”

“Aku akan berhenti mengejarnya.”

“Wow… itu berita besar… apa kau yakin?” Sunset kemudian duduk agak jauh di kursi yang sama.

“Aku akan berhenti memaksakan rumah yang lama untuk orang yang sedang membangun hidup barunya,” aku mengatakannya tanpa sedikit pun menoleh ke arah Sunset.

“Lalu apa rencanamu selanjutnya?” tanyanya.

“Mungkin aku akan pulang… kembali ke Indonesia… melanjutkan studi S2-ku yang sempat tertunda di sana. Bagaimana denganmu?” Aku menoleh ke arah sunset. Tapi ia nampak sedang menatap datar ke depan.

“Ah … maaf aku tidak bisa menjadi portofolio suksesmu… aku…”

“Rei… “

“Ya…”

“Apa yang kau sudah lakukan semuanya dengan benar? Tapi tetap gagal. Karena mungkin masalahnya bukan bagaimana membuat ia kembali mengingatmu, tapi bagaimana kau siap menerima bahwa ia tidak akan lagi mengingatmu”

“Apa kau yakin kau sudah tidak akan mengejarnya lagi?” tanyanya. Aku terdiam sejenak.

“Ya tentu saja. Dua malam ini aku istikoroh memohon petunjuk, dan pagi ini hatiku telah mantap.” Sunset diam beberapa saat.

“Oiya mungkin kau sudah lupa… tapi aku menemukan pena ini, di hari terakhir kita bertemu di kantin rumah sakit itu” kataku merogoh tas lalu menyerahkan pena itu. Ia menerima pena itu. Sekilas aku melihat matanya seperti berkaca-kaca.

“Kalau begitu, sudah saatnya kau tahu semuanya.”

“Hah? Apa maksudnya?”

“Rei… menurutmu kenapa selama ini kau selalu membawa dua payung?” Aku diam sejenak. Aku hendak membuka mulutku, tapi kuurungkan.

“Kau selalu membawa dua pack tisu?” Aku memandangnya.

“Kau selalu menyediakan dua gelas ketika membuat teh…”

“Dan kau selalu mencari sandaran ketika berbaring setelah sholat.” Sunset terus mengatakan semua tentangku tanpa menoleh ke arahku.

Lihat selengkapnya