Resep Cinta Dalam Doa

Sebelum Fajar
Chapter #30

Romantis Ala-ala

Mas Suami

Kaira, pulang apartemen!!!! Saya tunggu

Siapa yang tidak panik jika dapat pesan semacam itu dari orang rumah. Ditelpon mana tidak diangkat, di balas pesannya juga tidak balas lagi.

Kaira yang sudah dalam perjalanan ke Rumah orang tuanya sampai harus putar balik dengan kecepatan di atas nalarnya—saking khawatirnya. Padahal tinggal satu kilometer lagi sampai rumah Albi.

Tersengal-sengal napasnya ketika memutar gagang pintu. Belum juga bernapas dengan benar, harus kaget pula karena tiba-tiba ada yang menubruk dan mendekap.

Itu Fariz yang memang sudah menunggu di balik pintu, Kaira masuk langsung dia serang dengan pelukan erat dan tangis yang mendramatis. "Maaf Kaira, maafkan saya. Saya sudah berdosa sama kamu. Mama pasti sedih di atas sana."

Alih-alih terharu, Kaira justru menyerngit, badannya menegang dalam pelukan Fariz yang erat sekali.

"Kamu mau maafin saya kan?" Fariz melepas pelukannya, dia mengeluarkan dompet dalam saku celananya, disusul dengan kunci mobil, kunci rumah dan semua kunci-kunci yang Kaira tidak tahu kunci apa itu. Lepas itu pria itu meraih tangan kiri Kaira dan meletakkan semua di atas sana.

Kaira reflek menadahkan kedua tangannya. "Mulai hari ini semua yang pegang kamu. Saya miskin mulai dari sekarang."

Kaira yang belum juga paham justru menyipit. Menatap Fariz yang sesekali mengusap air mata yang berlinang di kedua kelopak matanya. Menggemaskan sekali.

"Kaira Kamran, kamu mau kan maafin saya?"

"Maafin apa Mas? Mas selingkuh?"

Fariz melotot, "ngawur," katanya membantah.

"Terus?"

"Ya saya banyak salahnya sama kamu."

"Apa?"

"Banyak."

"Ya apa Mas. Jelasin Ara kan gak tau apa salah Mas."

Fariz mengerucutkan bibirnya, bahunya melorot. "Banyak banget. Mas sudah jahat sama kamu dulu ..."

"Eh ngaku ..." potong Kaira reflek. Sudut bibir Fariz semakin melorot kebawah. Kaira terkekeh. "Terus?"

"Ya terus gak pernah kasih nafkah juga. Lahir batin pula."

Lihat selengkapnya