Resep Cinta Dalam Doa

Sebelum Fajar
Chapter #38

I LOVE YOU

Kaira baru tahu jika ruang petinggi perusahaan itu benar-benar seperti yang ditampilkan di film-film. Besar dan mewah. Ruangannya luas dengan arsitektur yang elegan, nuansanya putih dan abu-abu. Sangat kental dengan seorang Fariz. Ada foto dirinya juga yang terpajang di atas meja kerja.

Foto yang entah kapan pria itu ambil, yang jelas foto candid yang diambil ketika Kaira sedang memasak di rumah Mertuanya. Sebentar rumah mertuanya? Kaira bahkan tidak ingat pernah melakukannya.

"Mas kok ada foto Ara? Kapan ambilnya?" tanya Kaira sambil mengangkat pigura foto berukuran 10R.

Fariz yang tengah mengeluarkan bekal yang Kaira bawa dari dalam tas pun menoleh, kegiatanya terhenti sejenak. Melirik Kaira yang jaraknya sekitar lima langkah kaki darinya. "Ah itu, ners Roy yang kirim. Papa yang suruh katanya."

"Waktu kapan?"

Fariz angkat bahu, "lupa Mas. Masih banyak lagi sebenernya, tapi semua lepas kerudung jadi gak bisa dicetak deh."

"Kapan Mas ambilnya?" dia meletakkan kembali pigura foto itu ke tempat semula. Berjalan lamban menghampiri Fariz yang sudah selesai menata bekal, lalu duduk di sofa berseberangan dengan Fariz.

"Sayang ... kenapa duduknya jauh-jauh." Protes Fariz justru membahas hal lain. Kaira mendengus dia segera pindah tempat jadi duduk di sisi kiri Fariz dan saat itu juga senyum mereka hadir di wajah rupawan Fariz. Belum puas, Fariz merenguh pinggang istrinya, menarik Kaira hingga kini menempel dengannya tanpa celah.

"Jawab dulu Mas ..." ujar Kaira mengancam.

"Setiap Ara tidur, masak juga ada kalau pas Mas di rumah, habis mandi pas lagi pakai baju juga ada—" Kaira mencubit pinggang suaminya hingga siempunya meringis juga tubuhnya reflek terangkat. "Sakit sayang ..."

"Ya abis mas bicaranya loh gak pake filter. Ara gak pernah ya pake baju di kamar waktu ada Mas."

"Pernah sekali, Ara gak sadar keknya ada Mas."

Kaira melotot dan Fariz hanya tersenyum tanpa dosa. "Abis itu momen langka sayang." Jika sudah begitu mau protes bagaimana lagi Kaira, hak Fariz juga. Fariz minta haknya pun sebetulnya dia tidak menolak. Tapi entah kenapa suaminya itu belum juga melakukannya hingga detik ini. "Ada juga yang di kirim sama Ummi."

"Ummi kirim foto Ara?"

Lihat selengkapnya