Hari-hari melesak pesat menjadi bulan. Sudah dua bulan dari terakhir kali mereka mengutarakan isi hati.
Fariz makin hari semakin dimabuk Kaira. Kaira ini, Kaira itu, jika dulu Kaira yang identik banyak mau hanya demi menggaet hati suaminya. Sekarang jadi impas, tergantung mood siapa di hari itu yang ingin dimanjakan.
DOR! DOR! DOR!
Ini sudah ketiga kalinya Kaira menggedor pintu Toilet. Fariz ada di dalam sana sudah lima belas menit lamanya.
"Mas kok lama banget sih? Kebiasaan banget lah setiap kali mau pergi malah PUP. Tadi ngapain aja coba waktu Ara dandan."
"Masih belum mau keluar Honey eek nya, sebentar lagi," jawab Fariz dari dalam, suaranya seperti tertahan. Mungkin sambil mengejan.
Kaira mendengus panjang, melirik arloji sekilas. "Mas kalau sampeyan tu kelamaan kita bisa telat lagi kaya kemarin. Ini sudah jam sembilan loh. Gak enak sama dokter Timo."
"SEBENTAR SAYANG ..."
"Lima menit. Lima menit gak keluar Ara ngambek." Kaira mengancam, tidak sampai lima menit baru saja dua menit Fariz sudah keluar, wajahnya lemas dan nampak sedih, pundaknya juga melorot sambil berjalan gontai. "Gak bisa keluar honey," katanya mengadu.
Kaira hanya angkat bahu lalu balik kanan berjalan mendahului.
Fariz yang sudah kepalang panik langsung mencekal tangan kanan Kaira, dia bawa Kaira kembali menghadapnya. "Maaf honey, janji besok gak gitu lagi. Jangan marah ya?" bujuk Fariz disertai raut wajah penuh kekhawatiran. Dan Kaira jika sudah begitu mustahil jika tidak menganggukan kepala disertai senyuman manis.
Cukup sekali dia benar-benar merajuk (dimata Fariz) dan membuat suaminya itu kabuh berujung dirawat. Nuzubilah, mengingat lagi saja sudah membuat bulu kuduk Kaira merinding disko.
Ada sedikit perjanjian tidak tertulis di antara mereka. Tentang Kaira yang tidak akan meninggalkan Fariz kecuali memang kematian, perselingkuhan beserta printilannya dan KDRT apapun bentuknya. Selain itu Kaira janji untuk tidak meninggalkan Fariz apapun yang terjadi.
Itu semua Kaira lakukan demi pengobatan Fariz, yang terus dan terus merasa takut kehilangan.
Upaya itu berhasil, Fariz lebih jarang kambuh dari yang Kaira tahu. Untuk tambahannya setiap malam menjelang tidur Kaira juga akan melafalkan mantra-mantra cinta. Contohnya seperti ini, "i love you more Mas Ariznya Ara," dibarengi dengan pelukan hangat dan senyum termanis.
Jika sudah begitu Fariz pasti akan menghujami wajahnya dengan ciuman mesra. Tiket itu bisa membuat mood Fariz baik selam seharian suntuk.