Resep Cinta Miri

Mozze Satrio
Chapter #4

Bab 4. Makan Siang Keluarga

“Kamu tahu nggak kalau arrabbiata artinya ‘marah’?” Kemal membeberkan fakta, sambil mengaduk saus kental di dalam panci.

Aroma pedas yang membubung bersama uap tipis menggelitik hidung Miri. Matanya terasa panas. Kemal tak mengizinkan Miri meninggalkannya barang sedetik agar ia merekam setiap langkah memasak dengan presisi.

Bahkan Miri tak boleh mengambil selembar tisu untuk mengelap matanya yang berair. Minggu depan, Miri mengemban tanggung jawab sebagai bagian tim katering Nero&Bianco. Ada sebuah kantor konsultan yang memesan khusus jasa mereka untuk menghidangkan masakan Italia.

“Masa sih, Mal? Gue kira arrabbiata artinya mewek,” sahut Jihan dari seberang ruangan.

“Yang di sana diem dulu, deh,” ucap Kemal ketus, menunjuk Jihan dengan ujung sutil.

Jihan menjulurkan lidah seperti anak kecil. Tugasnya untuk meniriskan pasta penne telah selesai, kini hanya tinggal menunggu sentuhan akhir dari masakan buatan Kemal.

Jujur saja, liurnya telah berkumpul di dalam mulut. Kemal yang memang bertugas sebagai chef pasta di dapur restoran, memiliki keahlian yang bukan main-main. Di usia yang belum genap 30 tahun, ia dipercaya memegang tanggung jawab besar untuk menyajikan hidangan pasta.

“Tolong bawa pastanya ke sini, Mir,” titah Kemal.

“Ini, Chef,” balas Miri.

Kemal menuangkan seluruh pasta ke dalam panci, mengaduknya hingga rata. Ia mematikan kompor. Panas yang tersisa masih menyisakan suara mendesis, yang perlahan menghilang ketika pasta dan saus bercampur rata.

Miri menata piring di meja konter dapur. Dengan gesit, Kemal mengisi empat buah piring dengan porsi yang sama rata. Jihan menganga, tak sabar ingin mencicipi saus pedas yang mengilat di bawah sinar lampu dapur.

“Wah … satu piring penne masakan Kemal setara dengan amplop lima senti dari ibunya Baskara, nggak, ya?” canda Jihan.

“Jihan, sembarangan kalau ngomong–” Miri meraih pinggang Jihan dan mencubitnya gemas.

Kemal mengangkat dagu, bangga dengan pujian sahabatnya. Setelah mendengar cerita pertemuan Miri dan Bu Amara di restoran semalam, Kemal tak bicara banyak. Ia tak pernah paham dengan tingkah para konglomerat.

Lihat selengkapnya