Resilitan

M. Fagih Alhafizh
Chapter #10

Chapter 8: Hari yang...Normal?

Setelah beberapa hari selepas misi itu, Lunae berjalan menuju kafetaria, tetapi di dalam lorong yang ia lewati, ia melihat beberapa staf lalu lalang di koridor. Ada yang membawa berkas, box, dan lain-lain.

Lunae pergi menuju kafetaria karena ia mendengar ada menu roti madu plus topping strawberry. Semakin Lunae memikirkannya, semakin ingin ia memakannya, sampai telinga dan ekornya berkedut dan melambai pelan dan cepat secara tidak konsisten karena Lunae berpikir pasti sangat enak.

"Kedengarannya aja udah enak banget, aku harus cepat!"

Lunae mulai berlari menuju kafetaria dan sesampainya di sana… YEY, MASIH ADA BANYAK! Lunae melihat di stand masih banyak roti madu dengan topping strawberry.

"Kak! Aku ambil 2!"

"Siap, Lunae."

Kakak chef itu mengambil 2 roti madu dan 1 kotak susu, lalu meletakkannya di atas nampan makanan.

"Terima kasih."

Kakak itu melihat ekor Lunae semakin cepat mengibas dan dia hanya bisa tersenyum dan menahan tawa.

"Sama-sama, dan selamat menikmati makanannya."

"Iya! Pasti!"

Lunae segera membawa nampan itu ke meja terdekat. Lunae melihat makanannya dan baunya sangat harum dan enak! Madunya bisa terlihat dan lumer! Apalagi topping cream yang banyak dan strawberry yang cukup besar!

"Akhirnyaaaaa, selamat makan!"

Lunae mengambil 1 roti madu dan mengangkatnya ke dekat mulutnya untuk menyantapnya. Satu gigitan itu rasanya super enak, madu yang lumer dan manis, dan strawberry yang asam membuat rasanya sangat kaya.

Setelah beberapa menit, Lunae menghabiskan semua makanannya dan ia sangat puas. Dan… sekarang apa?

Hmmm, hari ini tidak ada yang spesial. Hari ini ia diperiksa secara berkala dan ada pemeriksaan lanjutan karena misi itu juga. Karena aku selesai misi, aku juga diberi tahu Vulfia untuk istirahat saja, tidak usah berlatih beberapa hari.

Jadi ringkasnya ini adalah hari libur dan Lunae bingung harus melakukan apa? Karena ya, Lunae sudah cukup lama di sini. Ke perpustakaan? Ide bagus, tapi enggak dulu… tunggu dulu… Lunae berpikir, "Aku tahunya kafetaria, perpustakaan, tempat latihan, kamarku…" Ternyata Lunae masih belum explore semua tempat di Resilitan. Kayaknya saya harus jalan-jalan, gumam Lunae.

Lunae berdiri dan mengembalikan nampan di tempatnya, lalu mulai berjalan ke arah koridor. Beberapa menit kemudian, ia melihat peta landship, dan… BESAR BANGET! Ada ruang kontrol, ruang penelitian, ruang arsip, ruang produksi, ruang diskusi, dan lain-lain. Tapi ada satu tempat yang membuatnya tertarik (meskipun ada ruang games dan kolam renang), yaitu Taman buatan Resilitan.

Jadi Lunae pergi ke arah taman buatan itu. Setelah beberapa menit, ia masuk dan melihat banyak sekali rumput sintetis, ada beberapa pohon-pohon dan ada air mancur di tengah ruangan. Dan yang bikin Lunae kaget, ada banyak anak-anak yang bermain dan juga melihat Vulfia yang bermain bersama mereka.

"Miss Vulfia?"

"Oh, Lunae? Kemari."

Anak-anak itu juga menoleh kepada Lunae. Ada anak-anak yang Sickone dan beberapa itu Infectad. Mereka melihat Lunae dengan mata penasaran dan juga melihat bahwa Lunae memiliki telinga dan ekor (Infectad) dan membuat anak-anak itu segera berdiri dan berlari kepada Lunae.

"Kakak telinganya lucu!"

"Ekornya juga!!"

"Aku mau pegang!"

"E-eh!?"

Lunae sekarang dikerumuni oleh anak-anak itu dan Vulfia tertawa kecil, lalu berdiri dan berjalan ke arah Lunae.

"Maklum, anak-anak."

"Tau kok, tapi ya ini terlalu tiba-tiba."

"Kakak, boleh ku pegang ekornya?" Tanya satu anak Sickone.

"Maaf, enggak dulu ya," jawab Lunae.

"Tapi aku mau pegang…" jawab anak itu dengan sedih.

"Aduh… boleh, tapi hati-hati ya."

"Yey! Makasih!"

Anak itu memegang ekor Lunae dan Lunae merasakan seakan ada listrik dari ekor ke kepalanya dan rasanya enak banget, tetapi ia mencoba stay cool di depan anak-anak. Vulfia yang melihat itu makin tersenyum dan hanya melihat.

Setelah beberapa saat, anak-anak itu pergi karena waktunya diperiksa dan belajar. Mereka semua melambai ke arah Vulfia dan Lunae, dan mereka berdua melambai balik.

Sekarang di taman hanya ada Lunae dan Vulfia.

"Saya minta maaf," kata Vulfia.

"Eh? Kok minta maaf, Miss Vulfia?" ucap Lunae dengan bingung.

"Karena kamu ikut ke dalam misi itu, Lunae. Saya sudah memarahi Carius dan bilang jangan taruh Lunae dalam misi dia lagi."

"Umm… Miss Vulfia, tapi… aku enggak terlalu masalahin…"

"Enggak bisa gitu dong, kan kamu baru 1 bulan lebih di sini dan-"

Telinga Lunae menurun dan matanya berkaca-kaca sedikit.

"Iya, aku tahu… tapi aku enggak sanggup kalau hanya diam saja… persis seperti waktu aku lari di sektor barat…"

"..."

"Aku mau mencari tahu kebenaran ini. Aku mau tahu siapa yang bertanggung jawab atas ini, dan… dan aku enggak mau ada orang lain yang merasakan hal yang sama… Aku tahu aku bisa tolak Carius saat ia memintaku menjadi calon operator, tapi… aku enggak kuat kalau aku diam aja."

"Begitu ya… jadi aku mau bertanya, Lunae."

Lunae menoleh.

"Kamu marah tidak dengan Carius? Karena memasukkanmu ke dalam misi berbahaya tanpa sepengetahuan kamu?"

"... Engga… karena aku percaya kalau Carius itu pasti akan melindungiku."

Vulfia mendekat dan memeluk Lunae.

"Kalau gitu aku enggak marah lagi sama dia. Cuma saja aku tegasin lagi aja."

Lunae hanya diam dan ekornya juga melambai sedikit.

"Vulfia… makasih."

"Sama-sama. Aku bersyukur kamu baik-baik saja."

Vulfia meletakkan tangannya di kepala Lunae dan mengelusnya. Vulfia melihat ekor Lunae berkedut sedikit, tetapi kelihatannya semakin rileks, dan wajah Lunae juga merah sedikit karena malu.

"V-Vulfia, jangan bikin kaget dong."

"Maaf, maaf," ucap Vulfia sambil tersenyum.

Setelah beberapa menit, mereka berdua berjalan keluar dari area taman ke lorong.

"Vulfia."

"Iya, Lunae?"

"Kamu sudah berapa lama di sini dan beneran Elliot teman masa kecilmu?"

"Oh, umm, iya, dia emang teman masa kecilku. Kalau diceritakan lumayan panjang bagaimana aku dan dia bisa masuk ke Resilitan."

"Ceritain."

"Eh…"

"Aku mau denger."

Vulfia menghela napas.

"Jadi, aku dan dia berada di salah satu desa terpencil. Enggak masuk ke dalam landship, jadi-"

"Tunggu, kalau di luar landship kok ada desa dan-"

Lihat selengkapnya