Resonansi

maulanasw
Chapter #2

Sabtu Sore, 2010

Sabtu sore selalu menjadi waktu yang paling disukai pemuda yang bernama Satrya Eka Pranata itu. Bukan, bukan hanya karena besok hari libur tetapi hanya dikarenakan hanya pada Sabtu sore itu dia bisa menghabiskan waktunya menunggu matahari terbenam sembari memainkan gitar akustik tua milik Ayahnya.

Sudah sejak SD Satrya senang memainkan gitar akustik milik Ayahnya, dari yang awalnya hanya iseng memetik salah satu senar dari enam senar gitar tersebut, hingga bisa memainkan lagu lagu yang sedang populer, walaupun masih dengan bantuan buku kumpulan chord gitar yang diberikan Ayahnya.

Gitar itu jauh dari kata baru. Warna cokelat pada bodinya mulai memudar, bagian pinggirnya dipenuhi bekas benturan kecil, dan beberapa baut penyetel senarnya sudah tidak lagi mengilap. Namun, setiap kali dipetik, suaranya tetap terdengar hangat.

Fokusnya dalam memainkan gitar tiba - tiba teralihkan diakibatkan teriakan dari seseorang yang sangat dia kenal.

“Woy Sat, gua dateng nih bawa minuman!” teriak sesosok pemuda yang hanya terlihat bagian atas rambutnya karena tingginya masih kalah dengan tinggi pagar rumah Satrya.

Sosok itu tak lain tak bukan adalah sahabat Satrya dari SD yang bernama Adrian Yohan Saputra atau biasa dipanggil Put, selain Satrya sabtu sore juga hari yang disukai Adrian karena dia bisa main ke rumah sahabatnya itu dan menghabiskan waktu hingga matahari terbenam.

Adrian membuka pagar dan masuk ke rumah Satrya layaknya rumahnya sendiri. Orangtua Satrya sendiri memang sudah menganggap Adrian anaknya sendiri sehingga kedatangannya sudah jadi hal - hal yang biasa bagi mereka.

Setelah mencium tangan ibu Satrya dan menyerahkan kue titipan dari ibunya, Adrian langsung menyusul Satrya ke teras, kali ini Adrian juga membawa gitar miliknya sendiri.

Setelah meletakan minuman yang dibeli untuk Satrya, Adrian langsung menyiapkan gitarnya dengan tujuan bermain gitar bersama Satrya.

“Hari ini kita mainin lagu apa nih Sat?” tanya Adrian antusias.

“Tadi sih gua belajar sambil hafalin chordnya ini.” tunjuk Satrya pada buku chord gitarnya.

“Menarik, ayo mainin bareng!” balas Adrian.

Lihat selengkapnya