Reuni di Pulau Sembah

Langit Berawan
Chapter #32

BAB 32: PENYELAMATAN SUPRI

"Pri, kembali ke barisan! Jangan gila lo!" teriak Danu menembus gemuruh suara gedoran pintu batu kuil.

Supri tidak mendengarkan teriakan Danu sama sekali. Matanya yang melotot kosong menatap lurus ke arah sebuah celah sempit di sudut dinding kuil. Kacamata retaknya sudah jatuh entah ke mana, menyisakan pandangan matanya yang semakin liar dan tidak terkontrol.

"Ada rumus di sana, Nu! Pintu keluar geometrisnya ada di celah itu!" racau Supri dengan suara melengking tinggi.

Ia berlari kalap, menerjang debu kapur yang kian tebal memenuhi udara ruangan pemujaan rahasia. Pikirannya yang hancur akibat racun rawa asam kini sepenuhnya dikuasai oleh obsesi visual angka gaib. Ia merasa celah sempit itu adalah satu-satunya koordinat logis untuk meloloskan diri dari Pulau Sembah.

Celah batu itu sebenarnya adalah bagian dari mekanisme pintu jebakan kuno milik Keluarga Van Deventer. Begitu tubuh Supri mendekat, dua blok batu besar seberat beberapa ton di kanan kirinya mendadak bergerak runtuh. Suara gesekan batu tua berderit hebat, siap menghimpit tubuh mahasiswa teknik itu hingga hancur menjadi serpihan daging.

"Supri! Lari, bangsat!" raung Bagus dengan urat leher yang kembali menegang gila.

Meskipun tubuhnya baru saja lemas dan didera rasa sakit akibat menyerap energi gelap Intan, Bagus menolak menyerah. Ia melompat menerjang maju dengan sisa tenaga fisik terakhirnya yang kian menipis drastis. Dengan satu hentakan tangan kekarnya, Bagus menyambar kerah kemeja Supri lalu menariknya mundur secara ekstrem.

BRAAAKKK!

Dua blok batu raksasa itu beradu keras tepat satu senti di depan ujung sepatu Supri. Hantaman angin dari runtuhan batu membuat tubuh Bagus dan Supri terlempar ke lantai ubin yang basah. Debu tebal seketika membumbung tinggi, menutupi pandangan mata mereka dari kejaran arwah.

"Gus... lo nggak apa-apa?!" jerit Intan yang langsung merangkak mendekat dengan kaki yang mulai bisa digerakkan.

Lihat selengkapnya