Reuni Mantan

Komandala Putra
Chapter #1

Bab 1 - Demi Ibu

Iko melingkarkan cincin itu di jari manis Putri. Jemarinya halus dan hangat—berbanding terbalik dengan telapak tangan Iko yang terasa dingin.

Putri tersenyum lebar, menatapnya dengan mata yang berbinar seperti seseorang yang baru saja menerima sesuatu yang sudah lama ia nantikan.

Di sekitar mereka, beberapa orang berdiri sambil bertepuk tangan. Ada yang bersiul pelan. Ada yang tertawa kecil. Ruang tamu itu cepat dipenuhi tepuk tangan dan suara-suara yang saling tumpang tindih.

Putri memandang cincin di jarinya seolah ingin memastikan cincin itu benar-benar ada di sana. Ia mengangkat wajahnya lagi. “Terima kasih,” katanya pelan.

Iko mengangguk kecil sambil tersenyum.

Putri tertawa kecil, lalu menggenggam tangan Iko.

Iko membalas genggaman itu. Senyumnya tetap terpasang, rahangnya sedikit mengeras—matanya tidak ikut tersenyum.

Ia menoleh ke arah Arif yang berdiri di antara para tamu. “Yakin lu bakal bahagia?” tanya Arif beberapa minggu yang lalu.

Iko menoleh ke arah ibunya yang sedang menepuk-nepuk lengan ibu Putri sambil tersenyum. Mata mereka berbinar saat saling menatap.

Iko teringat kalimat ibunya beberapa waktu yang lalu. “Ibu cuma mau kamu bahagia, Nak. Ibu cuma mau yang terbaik buat kamu. Putri itu anaknya baik, sopan, keluarganya juga terpandang.”

Iko hanya mengangguk waktu itu—terlalu cepat, seperti ingin segera mengakhiri pembicaraan.

Ibunya berhenti sebentar, lalu menatap Iko lebih lama. “Tidak seperti mantan kamu yang itu.”

Lihat selengkapnya