Reuni Mantan

Komandala Putra
Chapter #6

Bab 6 — Korban Pertama

Iko membuka pintu dan melihat Bayu berdiri di luar. Wajahnya pucat, napasnya pendek, dan matanya bergerak cepat ke arah lorong.

Pintu kamar Farhan juga terbuka. Farhan keluar sambil mengusap mata. Ia mengangkat dagu.

Bayu menelan ludah. “Rudi ... ada darah di kasur Rudi,” kata Bayu dengan napas tersengal. Ia memegang lehernya. “Mungkin dia udah mati.”

Iko keluar kamar.

“Lu becanda kan?” tanya Farhan.

“Sumpah! Tadi pas mau ke kamar mandi gua liat pintu kamarnya agak kebuka.”

Iko dan Farhan saling pandang.

“Kalau gitu kita periksa bareng,” kata Iko sambil menutup pintu kamarnya.

Mereka bertiga berjalan perlahan ke arah kamar Rudi.

Beberapa langkah kemudian, Iko melihat pintu itu memang sedikit terbuka—tidak ada tanda pintu itu pernah dibuka dipaksa. Dari celahnya, terlihat lampu kamar menyala redup.

Iko mendorong pintu itu perlahan. Engselnya berdecit tipis.

Begitu pintu terbuka lebar, bau logam yang samar langsung menyentuh hidung.

Farhan melangkah lebih dulu melewati ambang pintu. Iko satu langkah di belakangnya.

Di atas kasur, Rudi berbaring telentang. Di tenggorokannya tertancap sesuatu. Iko mengamatinya sebentar sebelum akhirnya bisa mengenali bentuknya. Obeng.

Lihat selengkapnya