Reuni Mantan

Komandala Putra
Chapter #9

Bab 9 — Malam yang Tersisa

Iko berbaring menatap langit-langit kamar bersama Sarah di sampingnya. Lampu menyala redup. Bayangan tirai bergoyang setiap kali angin menghantam jendela dari luar.

“Aku nggak tahu harus ngerasa apa sekarang,” kata Sarah. Suaranya pelan. Hampir seperti bicara pada dirinya sendiri.

Iko menoleh. “Maksudnya?”

Sarah tidak langsung menjawab. Matanya menatap kosong ke arah dinding. “Darius.”

Nama itu membuat dada Iko sedikit mengeras—ia tidak berkata apa-apa.

Sarah menghela napas pelan. “Aku ngerasa kehilangan, tapi ... kadang dia nyebelin banget.”

Iko menunggu.

Sarah menarik selimut sedikit lebih tinggi ke dadanya. “Dia selalu pengen tahu semua tentang aku.”

“Semua?”

Sarah mengangguk. “Masa lalu. Mantan. Bahkan hal-hal yang aku sendiri pengen lupain.”

Iko tidak menyela.

Sarah menatap jendela sebentar sebelum kembali menatap Iko. “Kadang rasanya kayak diinterogasi.” Ia tersenyum kecil, tapi senyum itu cepat hilang. “Dia juga selalu ngatur-ngatur aku. Harus ini. Harus itu.”

Sarah menatap ujung selimut yang ia genggam. Ibu jarinya menggosok kain itu pelan, seperti sedang merapikan sesuatu yang sebenarnya tidak kusut. “Acara ini juga idenya dia. Bahkan dia yang nentuin tanggalnya. Nentuin aku harus pakai baju apa.”

Iko mengangguk kecil—walau sebenarnya tidak tahu harus bagaimana menanggapinya.

Sarah menarik napas pendek. “Tapi dia selalu bilang cuma pengen lindungin aku.”

Bunyi hujan semakin keras.

Lihat selengkapnya