Reuni Mantan

Komandala Putra
Chapter #13

Bab 13 - "Reuni"

Beberapa hari kemudian, Iko duduk berhadapan dengan ibunya di ruang tamu rumah mereka. Memar tipis masih terlihat di bawah matanya.

Ibunya duduk tegak di kursi rotan. Rambut di sekitar pelipisnya semakin banyak yang memutih. Tidak ada orang lain saat itu. Hanya kucing putih yang sesekali mengeong.

“Aku hargai maksud baik Ibu,” kata Iko pelan.

Ibunya meletakkan sendoknya di cangkir teh.

“Kalau Ibu memang mau aku bahagia,” lanjut Iko, “aku bahagia kalau aku nikah sama Sarah.”

Ibunya tidak langsung menjawab. Hanya memandang Iko tanpa berkedip.

Iko memegang tangan ibunya. “Soal Putri dan keluarganya, biar aku yang bicara secara baik-baik dengan mereka.”

Ibunya menunduk, mengaduk tehnya dengan pelan.

Di luar, suara sepeda motor lewat, lalu menghilang.

Beberapa detik berlalu.

Lihat selengkapnya