Setelan gaun hitam panjang seraya menyeramkan, wajahnya saja seram dengan balutan bedak tebal dan sapuan lipstik merah tua tebal. Alisnya melintang tebal memayungi dua kelopak mata besar seakan tidak pernah mendelik.
Rambut ikal menjuntai panjang sampai kepunggung belakang, dua daun telinga begitu lebar seraya mampu mendengar teriakan bermil-mil penghuni neraka yang sedang tersiksa, dia adalah Biduri penjaga pintu neraka.
Beda dengan Bajana dan Rake, keduanya adalah penjaga pintu surga dengan selalu kenakan setelan baju koko serba putih. Tidak terlihat seram pada kedua wajahnya, sejak tadi Bajana dan Rake hanya terduduk diatas kursi terbuat dari batu alam.
Sedangkan Biduri terlihat wajahnya tidak percaya tergurat sinis dingin, mungkin bagi dia sebagai penjaga pintu neraka tahu setiap naluri hatinya untuk menjebloskan setiap manusia yang bersalah, selalu ingkar janji dan tidak beriman, tempatnya adalah dalam neraka.
"Kalian berdua yakin dengan janji manusia itu?"
Ketus sekali ucapan Biduri kini terduduk berhadapan dua penjaga pintu surga. Seperti saung kecil beratap anyaman pelepah nyiur kering, kepulan asap kecil bermain menyelimuti lantai.
Saung kecil dimana sering terjadi pertemuan antara penjaga pintu surga dan neraka sering terjadi sekedar bertukar pikiran atau sekedar membicarakan keadaan surga dan neraka.
Dari sisi kanan terlihat cahaya kuning terang keemasan dengan undakan anak tangga panjang berselimut asap putih tebal, itu adalah surga.
Sedangkan dibagian sisi kiri terlihat gelap memerah dari kejauhan, asap hitam pekat hampir tidak terlihat undakannya berselimut asap tebal gelap.
Bagian ujung atas terlihat memerah gelap dan terdengar teriakan bikin empati kasihan, itu tempatnya manusia-manusia semasa hidupnya tidak pernah berbauat baik dan selalu mengingkari janji nikmat yang telah direguknya.
"Harusnya kalian berdua jangan mudah percaya saja dengan manusia itu! Andai manusia itu berbohong dan ingkatlr janji. Pintu neraka itu akan terbuka lebar jadi tempatnya!"
Sinis sekali ucapan Biduri telunjuk kanan berkuku panjang menunjuk pintu neraka siap jadi tempat Andaru bila dia berbohong ingkar.
"Kita kasih kesempatan buat Andaru," __ "Benar Biduri, apa kata Bajana,"
Sungguh baik hati dua penjaga pintu surga seraya ingin menyelah ketidak percayaan penjaga pintu neraka.
"Kerinduan istrinya, sampai membuat Andaru tidak ingin masuk kedalam surga. Padahal surga itu adalah tempat abadi hidupnya setelah kematian,"