Rindu Yang Tak Terlihat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #20

Cinta Tidak Ada Kata Bohong

"Itu siapa lagi, Erlang?" __ "Nih buat loe,"

Ingin tahu lelaki kemayu berwajah oriental, setelan blazer krem bersepatu kinclong warna coklat tua bertanya pada Erlang menariknya kebalik mannequin bergaun pengantin putih. Lelaki kemayu pemilik butik gaun pengantin bernama Acin terdiam saat bibir tipis bersalut lisptik merah muda tertempel plastik klip kecil berisi bubuk putih.

"Tapi cewek yang kemarin loe bawa kesini, statusnya gimana?" __ "Nih kalau loe masih kurang,"

"Kalau sama ini gua diam ngerti deh," diambil plastik klip kecil dari tangan Erlang.

Ingin tahunya Acin terdiam sudah karena ada barang tutup mulut, tentu barang haram itu akan jadi obat penenang pemilik butin gaun pengantin agar mulutnya tidak banyak tanya berkoar-koar.

"Your future wife is so beautiful," puji Acin sembari mengusap wajah Naila tersenyum malu.

"Soh pasti dong, Cin." sahut Erlang terduduk disopa warna coklat tua.

"What concept do you want to use? Traditional or modern?" tanya lagi Acin menoleh kearah Erlang.

Naila dan Erlang hanya saling menatap dan tersenyum, Acin tahu keinginan bandar barang haram itu. Keinginannya begitu high class sekali. Manja sekali Naila mendekati calon suaminya, dia berdiri dua tangannya merentang seraya ingin disambut pelukan dua tangan hangat lelaki tampan beranjak bangun.

"I know what you want," ujar Acin mesem.

Tapi tidak, malahan dua tangan Erang menarik calon istrinya itu terduduk di samping. Sungguh romantis sekali belain husapan telapak tangan berapa kali mendarat menghusap keraguan wajah dan hati Naila terasa dia makin yakin dengan keputusannya.

"Aku hanya ingin bila cinta itu tidak pernah ada kata bohong," ucap Naila sendu menatap Erlang.

"Very romantic," sambung Acin

"Semua gua percayaain sama loe, Cin. Loe bikin Naila cantik, secantik ratu yang kecantikannya ngak pernah akan pudar," puji Erlang.

Lihat selengkapnya