Rindu Yang Tak Terlihat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #31

Epilog {Mengantar Cinta Sampai Surga}

Biduri hanya tersenyum menganggut sekali dari kejauhan dimana dia berdiri diatas kursi tribun penonton, seraya dia tidak ingin lagi menjebloskan Andaru masuk kedalam kobaran api neraka.

Semua tidak kuasa untuk menghalangi langkah yang tidak terlihat, selamanya hanya akan terindukan. Cahaya sinar putih dari langit malam begitu sekali menerangi langkah Andaru, tidak akan ada yang ingin membiarkan begitu saja langkah calon penghuni surga itu pergi meninggalkan semua yang pasti akan sangat merindukannya.

"Andaru,"

Naila memeluk erat seraya tidak ingin berpisah dengan suaminya, kali ini kepergiannya sungguh akan meninggalkan jejak kerinduan yang sangat panjang sekali.

Bajana dan Rake sejak tadi hanya berdiri dalam bulatan cahaya terang siap akan terangkat keatas, kesedihan makin tidak kuasa menahan deras air mata Syla dan Sabrina, keduanya juga akan sangat panjang merindukan yang mungkin tidak akan lagi terlihat sepanjang waktunya.

"Terima kasih, Andaru. Walau hanya semalam kamu menjadi suamiku, tapi kamu suamiku yang paling aku sangat sayangi dan aku cintai sudah mengisi kerinduan panjangku ini. Kamu sudah membayar kerinduanku, Andaru walau hanya sekejab. Tapi itu sudah membuat aku bahagia sekali. Aku akan selalu merindukanmu, walau kamu tidak terlihat,"

"Andaru," ucap Bajana pelan seraya memanggilnya.

Pelan-pelan tidak ingin melepaskan pelukan, Naila akhirnya hanya bisa bersedih pasrah saat belaian hangat telapak tangan suaminya membelainya seraya tidak ingin berpisah.

"Andaru," ucap Biduri.

Sekali menggangguk Andaru tersenyum pada Biduri seraya terharu sumringah, pelan dia mundur hilang lelap dalam pusaran awan angin hitam.

"Bang Andaru,"

Sabrina berlari kearah Andaru, sungguh kali ini tidak mungkin lagi menolak pintu surga karena meninggalkan satu-satunya adik yang sangat di sayanginya.

Lihat selengkapnya