RNB - Kage no Shinsengumi

DinOli_
Chapter #1

Show Up #1

Malam itu, auman badai salju menghantui pegunungan Norilsk. Seorang pemuda berjalan menyusuri pegunungan, meninggalkan jejak dalam setiap langkahnya. 

Ia memancarkan mata merah yang berkilau dengan semburat biru seperti berlian, angin meniup rambutnya yang kontras antara hitam dan putih. 

Sebuah tas panjang membentang di punggungnya. Pemuda itu bernama Dimitri, saat ia sedang berjalan di tengah dentuman salju. 


Tepat setelah hujan salju mereda, ia melihat sekelompok pria bersenjata lengkap datang dari arah berlawanan.

Saat dia berpapasan dengan mereka, Dimitri bertanya pada salah satu dari mereka. Dengan nada yang sopan dan penuh santun ia bertanya "Ehmm permisi paman" salah satu dari kelompok bersenjata tersebut meladeninya "Apakah paman kenal dengan Nandra?" ucapnya, "Ehmm ya" pria yang meladeninya terlihat kebingungan "bagaimana bisa bocah bau kencur sepertimu tau namaku?" pria tadi bernama Nandra, ia mengonfirmasi dirinya sendiri. Ia sempat mencurigai bocah ini, karena itu dia mulai menggenggam senjata di pundaknya.

"Jadi gini paman." lanjut Dimitri dengan sangat sopan, Nandra sontak mendengarkan nya "ada yang sedang mencari paman tadi." "Huhh?" Nandra kebingungan "Siapa? Cepat # aku tidak punya banyak waktu." Si pemuda meraih bagian bawah tas nya, dia mencabut pengait kancing pada tas tersebut dengan cepat. Sebilah katana meluncur jatuh dari tas dan langsung ditangkap oleh nya, ia mengeluarkan katana itu dan langsung menebas leher si pria bernama Nadra tersebut.


Darah hangat mengucur keluar, menodai putihnya salju di malam itu. Suasana mendadak hening, hanya ada suara sang jendral yang berkata "Malaikat Maut!" dengan ekspresi sinting dan nada pelan namun mencekam, seperti mendapatkan jackpot setelah bermain petak umpat selama 2 minggu. Dimitri mendadak menatap sisa kelompok lain dengan senyum yang mengerikan, kelompok itu langsung heboh dan mencoba mengokang senjata mereka. Namun sialnya Dimitri sudah melesat lebih dulu, ia menebas titik lemah dari musuhnya, menyisakan cipratan darah pada katana nya. Suara robekan kulit, jeritan kesakitan, bau amis darah, bau mesiu dan suara tembakan terdengar lantang membelah sunyinya malam. Kilat dari pantulan cahaya pada katana sang jendeal menyambar dari segala arah "Se-tan! Diaa! Dia bukan manusi-" kilat menyambar " Arghh-" lalu mengenai seluruh titik vital pada korbannya, Dimitri seperti menghilang dalam badai lalu muncul dengan cepat dari titik buta. Kelompok itu menembak ke segala arah secara membabi buta, mereka panik- karena mengira ini adalah akhir dari mereka. Dan mereka tidaklah salah, Dimitri menghindari berbagai serangan, beberapa menembak yang lain nya mencoba menggunakan tangan kosong. 

Lihat selengkapnya