Dalam sebuah ruangan yang sunyi dan mencekam, di sana seorang pemuda bernama Dimitri duduk di sebuah kursi panas diantara meja, di hadapannya duduk seorang berpakaian rapih dengan jas putihnya.
Dia meletakan sebuah dokumen di meja dengan nama Dimitri, "Dimitri Belinsky," ucap nya dengan nada serius dan menatap tajam pada Dimitri, "Apa yang dilakukan Agen Rusia disini?"
Ia menatap pada Pria tersebut dengan ekspresi datar "Tsukada, Sekretaris Kabinet Jepang." oceh Dimitri dengan nada datar.
Sang sekretaris menundukan kepalanya, dan menatap kebawah, "Begini" seru Tsukada, "saya punya tawaran menarik untukmu," lanjutnya "saat ini ada banyak sekali kelompok organisasi kriminal aktif dengan senjata lengkap, mungkin ini akan berguna untuk mu."
Dimitri hanya diam dan masih dalam menundukan kepala seperti orang merenung "dan mungkin, pekerjaan ini juga akan sedikit membebani mu."
"Jadi-ya, seperti yang kau tau. Sebagai Sekretaris Kabinet Jepang saya sangat mengkhawatirkan anak saya, dia selalu dalam bahaya, sa-sangat sulit mencari pengawal pribadi untuknya di situasi seperti ini, saya sangat mengkhawatirkan keselamatannya," urai Tsukada "jadi tolong-"
"Apa untungnya bagiku?" selanya "Bukankah mereka hanya kelompok kriminal kroco? Seharusnya, seorang sekretaris kabinet bisa menyelesaikan masalah ini bukan?" ucap Dimitri dengan tegas dan nada mengejek.
Sang Sekretaris kemudian menghela napasnya "dengar anak muda, saya tahu kau dari agen V, dan aku tahu kau datang kesini bukan tanpa alasan,"
Dimitri meliriknya sebentar dan ia tersenyum tipis, ekspresinya seperti orang yang baru menyadari sesuatu.
"Redveil sudah mulai menginvasi Jepang bukan? Kalau memang begitu, maka saya bisa membantu kau supaya misi mu tidak terhalang JDF," Tuturnya "Bukankah itu pilihan yang menarik?"
"Jadi jika aku bisa melindungi putrimu, kau akan menjamin kelancaran misi ini?" Dimitri mengutarakannya "Tidak, terimakasih. Aku bisa bermain lebih senyap, dan bebas dari sini dengan jalur diplomasi."
Tsukada terdiam sejenak "kalau begitu bagaimana dengan uang?" "Gajiku bahkan lebih tinggi dari Mu," jawab nya "lantas, apa kau ingin ku bocorkan semua tindakanmu?" gertak Tsukada
"Memang kau siap berhadapan dengan Rusia?" jawab Dimitri dengan tenang.
Raut wajah sang Sekretaris berubah, ia terkejut ketika mendengar itu dari Dimitri. Suasana kembali hening. Namun tanpa pikir panjang, ia langsung berdiri dari kursinya, sekretaris Kabinet Jepang membungkukkan badannya di hadapan seorang remaja 15 tahun "aku mohon, tolong. Anak saya, anak saya dalam bahaya!" ia memohon kepada sang jendral untuk melindungi anaknya, ia tidak lagi berdiri sebagai seorang sekretaris kabinet, malainkan sebagai seorang Ayah yang ingin putrinya tetap terlindungi dari kotornya permainan politik.
Dimitri berdiri dan melangkah mendekat "Dimana harga dirimu pak tua," bisik nya, "akan ku pertimbangkan hanya jika kau bisa membantu melancarkan aksi kami, dan tidak mengganggu, dan bisa menjaga rahasia ini. Mengerti?"
Tsukada menghela napas nya "B-baiklah"
Dimitri pergi melangkah keluar dari ruangan itu. Suana kembali hening bagi Tsukada, ia menghela napas panjang dan mengusap wajahnya. Ia seperti tak percaya pada apa yang baru saja terjadi.
Seseorang membuka pintu, terlihat dari balik pintu itu adalah dimitri. Dia telah sampai di apartemen nya, suasana sangat senyap, hanya dilatari oleh suara statis dari TV.
Ia kemudian melangkah menuju kamar nya lalu tidur tanpa memedulikan apapun. dari balkon nampak Mura yang sedang memainkan gitar sembari memperhatikan langit malam. dari balkon sebelah terdengar suara jendela ditutup. Mura tersenyum, namun tangan nya masih lihai bermain.
Keesokan harinya, Suasana SMA Seiryo sangat ramai. Dimitri dan Mura masuk dengan seragam mereka.