Setelah pengakuan gue ke Kak Dimas, untungnya hubungan kami berdua masih baik-baik saja. Kami masih sering nonton film bertiga dengan Intan. Kejadian itu kami rahasiakan dari Intan, karena gue sadar tidak perlu menceritakannya, malu enggak sih, bisa diceng-cengin tiap hari gue. Gue sama Kak Dimas masih berteman dan itu tidak merubah keadaan.
Di sekolah semuanya juga baik-baik saja, semester ini berjalan dengan lancar. Hingga akhirnya selesai ujian semester. Minggu ini sekolah kami akan mengadakan kegiatan, pentas seni yang memang selalu dilakukan setiap semester ganjil. Anak-anak semua sibuk mempersiapkan penampilannya, begitu pula kelas kami. Kebetulan gue dan Intan tergabung dalam panitia kegiatan. Tentu saja kami sangat sibuk, bahkan sebelum ujian semester berlangsung. Kami ingin acara ini sukses.
Selain penampilan anak-anak per kelas, kami juga akan mengundang guest star agar acara ini meriah. Memang selain merayakan selesainya ujian semester, kegiatan ini juga untuk memeriahkan ulang tahun sekolah gue. Acara ini akan mengundang band yang cukup ternama. Akhirnya, setelah berperang melawan soal-soal ujian, tiba juga waktunya gue menikmati hidup ini.
Sebenarnya banyak banget band yang diusulkan, gue dan Intan pastilah ikut mengusulkan band favorit kami. Kami berdua tidak mau ketinggalan, lumayan kan kalau beneran yang diundang, bisa nonton band favorit gratis. Enggak mau rugi pokoknya kesempatan ini harus dicoba. Gue dan Intan saling lirik waktu sesi usulan band yang akan diundang. Mata kami saling berbicara meski mulut tetap diam. Gue tau dalam hati Intan sedang cekikikan membayangkan kalau usulannya diterima.
Tapi, saat tiba waktunya pengumuman siapa guest star yang akan diundang, ternyata suara terbanyak jatuh pada band yang paling populer saat ini. Gue dan Intan tersenyum kecut. Setidaknya kami masih bisa menikmati musik yang mereka tampilkan, gue mencoba positif sambil menepuk bahu Intan.
Besok, Hari yang ditunggu-tunggu, anak-anak panitia semakin sibuk. Mulai hari ini panitia sudah mempersiapkan segala hal, sampai malam hari. Kami mengecek semua keperluan yang akan digunakan besok saat acara. Acara akan dilaksanakan pada malam hari. Badan gue rasanya remuk semua, Intan pada akhirnya menginap di rumah gue sampai besok acara selesai.
Akhirnya malam tiba, acara akan dimulai sebentar lagi. Sebagian besar murid sekolah gue sudah merapat di lapangan, tempat acara berlangsung. Pembawa acara sudah membuka acara ini. Gue dan Intan masih sibuk mondar-mandir, ya karena kami panitia, harus selalu sigap. Tiba di tengah acara, akhirnya gue bisa duduk mengistirahatkan badan gue. Badan gue pegel semua. Tulang gue kayak rontok seharian mondar-mandir.
Ternyata tinggal dua penampil sebelum guest star muncul di panggung. Gue sedang menikmati musik yang ditampilkan band sekolah, tiba-tiba saja Fajar duduk di samping gue. Dia bilang sesuatu sambil mencondongkan badannya karena suara dia tidak begitu terdengar. Suara musik dan euforia anak-anak, mengalahkan suaranya.
“CAPEK YA SYA…?” Dia berbicara sambil agak berteriak.