Aku terbangun di pagi hari tanpa satu suara pun.
Tidak langsung bangkit, begitu membuka mata aku meraba kasur sekitar bantalku. Meraih ponsel yang semalam kuletakkan di samping bantal agar saat alarm berbunyi aku bisa langsung bangun.
Namun banyaknya alarm yang aku setel tidak begitu berguna, semuanya meleset.
Jam di layar menunjukkan pukul 06.30.
Sesaat kepalaku terasa hening. Aku tidak merasakan apapun, seolah hanya ada kekosongan dalam sebuah ruangan.
Aku bangkit setelah tujuh menit berbaring tanpa melakukan apapun di atas kasur.
Mengambil handuk, mengisi daya ponselku yang semalaman terus hidup dan berdering membangunkanku, lalu pergi keluar kamar.
Aku tidak bisa melihat siapapun di ruang tamu dan ruang makan. Ayah dan ibu biasanya ada di ruang tamu saat aku hendak mandi. Mereka biasanya menonton TV sambil meminum kopi atau teh hangat.
Ponsel dan artikel internet yang biasanya menemani ayah minum kopi. Sementara ibu hanya menikmati teh hangatnya sembari menonton acara gosip pagi. Tak banyak acara gosip di pagi hari, tapi beberapa diantaranya sudah mulai tayang di jam-jam aku pergi sekolah.
Masuk ke kamar mandi sekilas aku melihat ibu berada di dapur. Aku memutuskan tidak memastikannya dan memilih lanjut mandi. Ada banyak masalah yang mungkin terjadi selama perjalanan ke sekolah, jadi alangkah baiknya aku bersiap-siap lebih awal.
Selesai mandi aku kembali ke kamarku, memakai seragam, dan mengambil peralatan sekolah.
Saat di ruang makan, aku tidak melihat siapapun. Tapi di atas meja sudah tersaji makanan. Ada tiga piring di meja makan. Tapi sejak tadi hanya aku yang duduk di sana. Sepiring nasi goreng. Seperti biasa, beserta segelas susu cokelat hangat. Aku langsung menghabiskannya. Begitu selesai aku bersiap-siap berangkat.