Rope & Hope

Arzen Rui
Chapter #3

Chapter tanpa judul #3

Mereka hanya menatapku dengan wajah menghakimi. Aku tidak tahu harus berkata apa. Mungkin sebaiknya aku langsung tanyakan saja pada mereka. Aku pikir ini terkait tugas sekolah, atau perkara ajakan main mereka?

“Em… aku benar-benar tidak tahu. Tidak bisakah kalian katakan padaku?”

Salah satu dari mereka berkacak pinggang dan yang lainnya mulai menghela napas. Setidaknya aku berhak mendapatkan penjelasan.

“Kamu lupa ya? Kemarin kan aku sudah bilang—di grup tepatnya.”

Apa ya? “Sepertinya aku lupa.”

“Yakin lupa? Aku lihat di info pesan nggak ada namamu. Lupa dan tidak membacanya sama sekali itu berbeda lho.”

Ah, ternyata pesan grup ya. Seketika aku menggaruk kepalaku meski tidak gatal. “Maaf. Hehehe. Yah—semalam aku terlalu sibuk membaca materi kemarin jadi lupa membuka pesan grup.”

Ketiganya saling berpandangan dengan tatapan yang menyiratkan sesuatu. Aku tidak memiliki prasangka apapun karena aku sama sekali tidak tahu isi pesan di grup. Dan sebenarnya semalam aku tidak—oh, aku ingat semalam aku mendapat pesan.

“Ya sudah, kita bahas lagi nanti. Sebentar lagi mau masuk, ayo. Bisa gawat kalau terlambat.”

Baiklah. Meskipun tidak tahu apa yang mereka maksud, tidak jadi masalah selama bukan hal yang berbau kriminal. Semoga.

Pelajaran berakhir dengan damai. Waktu berselang sangat tenang. Kini yang tersisa rencana mereka. Tadi pagi mereka bilang pembahasan dilanjut sepulang sekolah. Mungkin sebentar lagi mereka akan menyeretku ke suatu tempat.

“Ayo ikut.”

“Mau ke mana kita?”

“Perpus. Kebetulan hari ini giliran Nina yang berjaga.”

Aku berjalan mengikuti mereka. Perihal ini tentang apa aku tidak bisa menebaknya. Membaca pikiran bukan keahlianku. Sampai di perpus kami memasuki ruangan yang hanya boleh dimasuki oleh siswa yang bertugas.

“Nah, sekarang mari kita bahas apa yang seharusnya kita bahas di grup. Raza, kamu sebaiknya membaca pesan yang aku kirimkan padamu dulu. Nanti kita lanjut membahasnya.”

Lihat selengkapnya