Ruang Abu-abu

Reveniella
Chapter #11

12° Preman

Devara merencanakan hal jahat selepas pulang sekolah membuat Syswi dan lainnya bergidik ngeri.

"Lu kayaknya ga perlu sampai preman komplek deh ra.." Ujar Syiswi namun Devara tersenyuk kecil, "Gua mau lihat, gertakannya doang. Biar melempem"

***

Akustik sekolahku cukup terkenal sering sekali manggung di cafe dan menang beberapa kejuaraan di antar sekolah, dan aku bergabung di dalam? Apakah itu suatu keuntungan bagiku, atau akan berujung menjadi petaka.

aku memamg sering ke ruang akustik tapi selalu hanya bertemu dengan rein dan alfa dan menjadi anggota tidak terpikirkan olehku sama sekali, namun kali ini setelah kakak band itu menyelamatkan ku dari Devara dan Gladys, aku menyetujuinya.

Aku merasa sedikit takut, pasalnya band ini adalah incaran banyak kaum hawa, apa yang akan di katakan mereka nanti padaku. "Dek, kalau kamu berkenan masuk band, nanti kakak bantu yah." Ujar Zayn

"Bukannya harusnya Alfa aja yang kakak Ajak? Kenapa saya?." Tanyaku, dan ia tersenyum tangannya terulur merapikan rambutku. "Karena, suara kamu bagus."

Rona merah tanpa sengaja menyemburat di pipiku, ia tertawa suara yang renyah dan dalam membuat hatiku sedikit tenang sekaligus berdebar-debar.

Alfa berjalan lesu memasuki ruangan akustik, tatapan matanya yang nampak lelah dan wajahnya yang kusut membuat semuat terlihat jelas ia tidak sedang baik baik saja.

"Kimia, bikin gila." Ujarnya kemdian, tawa rein mengudara.

"Udah gua bilang, makanya sekelompok sama gua, lu maunya sama beban semua, di tanya ngan-ngeng-ngong mereka kali."celetuk Rein membuatku tertawa.

"Eh ada riella, udah ga marah lu?" Tanya Rein blak-blakan, aku menyembunyikan airmuka terkejutan ku, "Udah Nggak, sorry kalau gua gabisa berbaur sebelumnya." Ujarku merasa bersalah.

"Gapapa, ga semua hal tuh harus melulu soal kita, lu juga harus paham dunia ga berputar di lu aja." Tambah Rein mendapat jitakan dari Alfa.

"Ohya, ini Bagas, Dio mereka basis sama gitaris kedua gua." Tangan Zayn menunjuk kearah orang tersebut.

"Hallo-hallo, lu pasti terpesona dengan kegantengan gue makanya, ku liatin mulu." Ujar pria dengan namebag Bagas.

Wajahnya yang mungil dengan kacamata oval yang bertengger diatas wajahnya tidak melihatkan bahwa cupu dan lebih terlihat tampan, "Gua yakin, lu bakalan naksir gua deh."Lanjutnya lagi membuat riella terkekeh.

"Yeey kepedean tingkat dewa jatuhnya najisin," Timpal pria bername tag dio, "Hai cantik masih mau laporin gua lagi nih."Candanya membuat Riella memalingkan muka, ia ingar kejadian itu, ia sangat malu sekali sekarang.

Lihat selengkapnya