Blurb
Hidup Falen yang ambisius dan penuh impian itu awalnya lurus-lurus saja, sampai suatu hari Gamal muncul dengan penuh kejanggalan. Tanpa disadari, Gamal perlahan menggeser ritmenya itu sekaligus memberinya ruang napas.
Satu pertanyaan terus mengganggu Falen: Maukah Gamal tetap ada?
---
Seumur-umur, Gamal hanya pasrah terhadap nasib. Berpindah-pindah sudah jadi hal yang lumrah. Saat bertemu Falen, barulah ia menemukan 'rumah'. Ia sampai lupa bahwa hal baik tak pernah menetap untuknya. Setidaknya, itulah yang ia percayai sejak dulu.
Dan benar saja.
Nasib kembali membawanya jauh dari Falen. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan Falen? Sebab ia tak yakin akan menemukan 'rumah' baru.