Rumah 13,5 Jendela

Oleh: Tethy Ezokanzo

Blurb

"Dijual: satu rumah tua, tiga belas penghuni, satu kambing, dan kenangan yang tidak bisa dipindahkan."

Kalau ada lomba rumah paling tidak masuk akal sedunia, rumah nomor 13 mungkin sudah masuk final sejak lama.

Di rumah itu tinggal terlalu banyak orang untuk ukuran bangunan yang terlalu kecil. Ada tangga yang sempit, kamar yang sesak, atap yang bocor, dinding yang retak, seekor kambing yang menganggap sandal sebagai makanan ringan, dan sebuah setengah jendela miring yang secara arsitektur mungkin bisa membuat dosen pingsan.

Namun bagi Satya, mahasiswa arsitektur yang sedang mencari jawaban tentang makna sebuah rumah, tempat itu adalah seluruh dunianya.

Masalah muncul ketika seorang pengembang datang membawa tawaran yang nilainya cukup besar untuk membeli rumah baru. Rumah yang lebih luas. Lebih bagus. Lebih nyaman.

Terdengar seperti keputusan mudah.
Sampai mereka menyadari satu hal:
Bagaimana cara memindahkan dua puluh tahun tawa, ribuan pertengkaran, puluhan mimpi, dan seekor kambing bandel ke rumah yang baru?

Di antara rapat keluarga yang kacau, rahasia lama yang tersembunyi di atap, renovasi yang lebih mirip bencana alam, dan sebuah ventilasi setengah jadi yang entah bagaimana menjadi pusat segalanya, Satya harus menemukan jawaban atas pertanyaan yang tidak pernah diajarkan di kampus:
Berapa harga sebuah rumah yang dibangun dari kenangan?

Rumah 13,5 Jendela adalah novel keluarga hangat yang lucu, mengharukan, dan penuh kekacauan, tentang tempat-tempat yang mungkin tidak sempurna, tetapi selalu tahu cara membuat kita pulang.

Lihat selengkapnya