Ada satu suara yang tidak pernah disukai siapa pun di rumah nomor 13.
Bukan suara tangisan.
Bukan suara piring pecah.
Bukan suara kambing. Meski suara kambing cukup tinggi dalam daftar.
Yang paling tidak disukai adalah suara:
KREK.
Karena di rumah tua, suara itu biasanya berarti ada sesuatu yang mulai menyerah. Suara itu terdengar pada suatu pagi yang biasa. Atau setidaknya awalnya terlihat biasa.
Ibu memasak.
Riko bersiap berangkat kerja.
Mas Toni masih tidur.
Fajar sedang mencari kaus kaki yang sebenarnya ia pakai.
Dan Satya sedang menggambar revisi tugas.
Lalu terdengar suara itu.
KREK.
Semua berhenti.
"Kedengeran nggak?" tanya Riko.
"Kedengeran." jawab Satya.
"Kedengeran." jawab Ibu.
"Kedengeran." jawab Bapak.
"Kedengeran." jawab Mas Toni. Yang mengejutkan karena berarti ia ternyata tidak tidur.
Semua saling berpandangan.
KREK.
Suara itu muncul lagi.
Kali ini lebih jelas.
Bapak berdiri. "Ada yang retak."
Kalimat yang tidak pernah membawa kabar baik.
---
PENEMUAN
Lima menit kemudian seluruh keluarga berkumpul di dekat tangga.
Di sana. Di sudut dinding.
Ada garis tipis.
Panjang sekitar satu meter.
Retakan.
Satya menatapnya.
Retakan itu kecil. Sangat kecil.
Tetapi cukup membuat perutnya terasa tidak nyaman. Karena selama ini rumah nomor 13 selalu terlihat kuat.
Tua.
Aneh.
Tidak rapi.
Tetapi kuat.
Sekarang tiba-tiba ada bukti bahwa rumah itu juga bisa lelah.
"Bahaya nggak?" tanya Ibu.
Bapak mendekat. Mengamati. Mengetuk dinding. Seperti dokter memeriksa pasien.
"Hm."
Semua menunggu.
"Hm."
"Bapak cuma bilang hm." kata Riko.
"Aku sedang menganalisis."
"Lalu?"
"Hm."
Analisis berjalan lambat.
---
PAK DARTO AHLI SEGALANYA
Kabar retakan menyebar lebih cepat daripada internet. Satu jam kemudian Pak Darto datang. Diikuti Pak Rahman. Diikuti Bu Siti.
Diikuti tiga tetangga lain yang tidak jelas sejak kapan ikut rapat.
Retakan kecil itu sekarang menjadi objek wisata.
"Hmm." kata Pak Darto.
Semua menunggu.
"Hmm."
Satya mulai curiga semua orang belajar teknik sipil dari suara dengungan.
"Menurut saya..." kata Pak Darto.
"Nah."
"...ini retak."
Terima kasih, Pak. Informasi yang sangat revolusioner.
---
TEORI LIAR
Dalam waktu dua puluh menit muncul tujuh teori.