Rumah 13,5 Jendela

Tethy Ezokanzo
Chapter #22

Festival Gang Melati

Renovasi rumah ternyata membawa satu efek samping yang tidak diduga siapa pun.

Pak Darto menjadi terlalu bersemangat. Dan tidak ada kalimat yang lebih berbahaya dari itu. Karena ketika Pak Darto bersemangat, ide-ide mulai muncul. Dan ide Pak Darto memiliki tingkat keberhasilan yang sama dengan ramalan cuaca buatan Fajar.

Kadang benar.

Sering kali mengkhawatirkan.

---

AWAL MALAPETAKA

Semuanya dimulai pada hari Sabtu pagi. Satya sedang membantu Pak Ujang mengecat kusen. Bapak sedang mengukur talang baru. Ibu sedang membuat kue.

Mas Toni sedang tidur. Beberapa tradisi memang harus dilestarikan.

Tiba-tiba terdengar suara peluit.

PIIIIIIIITTTTT!

Keras sekali.

Sampai seekor burung yang sedang bertengger langsung pindah agama. Seluruh penghuni gang keluar rumah.

Di tengah jalan berdiri Pak Darto. Memegang pengeras suara. Yang tidak diketahui siapa pun asal-usulnya.

"PERHATIAN!"

"Pak, jangan teriak." teriak Bu Ratna.

"INI BUKAN TERIAK!" teriak Pak Darto lebih keras.

"Lingkungan kita harus bangkit!" teriaknya.

"Bangkit dari apa?" tanya seseorang.

Pak Darto berhenti.

Berpikir. Lalu berkata: "Pokoknya bangkit!"

Pidato yang sangat inspiratif.

Kemudian ia mengumumkan sesuatu.

Festival Gang Melati.

Dua minggu lagi. Dengan lomba. Bazaar. Pentas seni. Dan pawai.

Sunyi.

Lalu Pak Andi bertanya: "Siapa yang bikin acara?"

Pak Darto menunjuk dirinya sendiri.

"Siapa panitianya?"

Pak Darto menunjuk seluruh warga.

"Siapa yang setuju?"

Pak Darto mengangkat tangannya sendiri.

---

DEMOKRASI VERSI PAK DARTO

Anehnya. Orang-orang mulai tertawa. Lalu mulai berbicara. Lalu mulai memberi ide. Lalu mulai ikut terlibat.

Dan sebelum siapa pun sadar...

Festival Gang Melati benar-benar akan dilaksanakan.

---

PANITIA TERBENTUK

Kesalahan kedua terjadi. Satya ditunjuk menjadi ketua dekorasi. Riko menjadi bendahara. Yang sebenarnya kasihan. Karena menjadi bendahara warga sama dengan menjadi target semua orang.

Tia mengurus lomba anak-anak. Sari dan Dinda menjadi asisten tidak resmi. Yang artinya mereka akan berada di mana-mana.

Dan Fajar...

Fajar mengangkat dirinya sendiri menjadi kepala keamanan.

"APA?!" teriak seluruh panitia.

"Kenapa aku nggak boleh?"

"Karena minggu lalu kamu kehilangan tas sekolahmu sendiri." kata Satya.

"Itu strategi pengalihan."

"Tidak."

---

MAS TONI MENEMUKAN PANGGILAN HIDUP

Mas Toni mendaftarkan diri sebagai dokumentator festival.

Menggunakan drone. Drone yang pernah menyerang jemuran.

"Mas." kata Satya.

"Kita sudah belajar dari pengalaman."

"Iya."

"Lalu?"

"Aku beli drone baru."

Sunyi.

"Yang lama?"

Lihat selengkapnya