Ada aturan tidak tertulis di dunia renovasi.
Kalau tukang berkata: "Pak, coba lihat sebentar."
Maka ada dua kemungkinan.
Pertama, mereka menemukan sesuatu yang menarik.
Kedua, mereka menemukan sesuatu yang membuat biaya renovasi naik.
Dan biasanya kemungkinan kedua lebih sering terjadi.
Karena itu ketika Pak Ujang memanggil Bapak pada Selasa pagi, seluruh keluarga langsung waspada.
"Pak Hadi!" teriak Pak Ujang dari ruang belakang.
"Coba lihat ini!"
Bapak menghentikan pekerjaannya.
Satya yang sedang menggambar denah baru ikut masuk. Riko ikut. Fajar ikut. Kambing juga ikut. Yang terakhir tidak diundang.
---
TEMBOK TUA
Renovasi sudah memasuki tahap pembongkaran sebagian dinding belakang. Dinding itu termasuk bagian tertua rumah. Dibangun saat uang keluarga masih sangat terbatas. Catnya sudah berganti berkali-kali. Tetapi bata di dalamnya masih asli. Dan di salah satu bagian dinding itulah Pak Ujang menemukan sesuatu.
Lubang kecil.
Di balik lapisan bata.
"Ada apa?" tanya Bapak.
Pak Ujang menunjuk. "Ada kotak."
Sunyi.
"Kotak?"
"Iya."
Semua mendekat. Dan memang ada sesuatu.
Sebuah kotak kayu.
Tersembunyi di dalam rongga tembok. Panjangnya sekitar tiga puluh sentimeter. Lebarnya sekitar dua puluh. Tertutup debu. Tertutup usia. Dan jelas sudah berada di sana sangat lama.
---
TEORI LIAR DIMULAI
Dalam waktu tiga puluh detik. Keluarga nomor 13 berhasil menghasilkan tiga belas teori berbeda.
"Itu harta karun." kata Fajar.
"Itu sarang tikus." kata Riko.
"Itu surat rahasia." kata Tia.
"Itu emas." kata Lulu.
"Itu kutukan." kata Mas Toni.
Semua menoleh.
"Kenapa kutukan?"
"Karena lebih menarik."
"Itu bukan alasan."
"Alasan terbaik justru biasanya tidak masuk akal."
Satya memijat pelipis.
---
OPERASI PEMBUKAAN
Kotak itu akhirnya dikeluarkan. Diletakkan di meja ruang tengah.
Dalam hitungan menit. Seluruh penghuni rumah berkumpul mengelilinginya.
Ditambah Pak Ujang. Pak Rudi. Pak Maman. Dan Pak Darto. Yang entah bagaimana selalu muncul ketika ada gosip.
"Kok bisa tahu?" tanya Satya.
"Aku punya insting." kata Pak Darto.
"Itu tetangga yang kasih tahu." kata Bu Ratna dari pintu.
"Oh."
---
PEMBUKAAN BESAR
Kotak itu terkunci. Untungnya. Kuncinya sudah berkarat. Pak Ujang berhasil membukanya menggunakan obeng.
Klik.
Sunyi.
Semua menahan napas. Bahkan kambing tampak fokus.
Perlahan.
Tutup kotak dibuka.
Dan...
Kosong.
Sunyi.
Sangat sunyi.