Jika ada satu hal yang dipelajari keluarga nomor 13 selama bertahun-tahun, itu adalah:
Ketika Fajar terlihat terlalu tenang...
...sesuatu sedang terjadi.
Dan biasanya sesuatu itu buruk. Atau lucu. Atau buruk sekaligus lucu. Yang sering kali lebih berbahaya.
---
PAGI YANG MENCURIGAKAN
Hari Minggu. Matahari baru naik. Burung-burung berkicau. Udara masih segar.
Dan Fajar sudah bangun. Sukarela. Tanpa dibangunkan. Tanpa ancaman. Tanpa negosiasi. Itu saja sudah cukup membuat seluruh keluarga curiga.
Ibu yang pertama menyadarinya. "Fajar mana?"
Biasanya pertanyaan itu muncul pukul sembilan. Sekarang pukul enam lewat lima belas.
"Aneh." kata Ibu.
"Sangat aneh." kata Riko.
"Apakah dia sakit?" tanya Tia.
"Atau kerasukan anak rajin." kata Mas Toni.
---
PENEMUAN PERTAMA
Satya menemukan jejak. Secarik kertas. Di meja makan. Tulisan tangan Fajar. Sangat buruk. Tulisan yang membuat huruf-huruf tampak sedang bertengkar.
Isinya:
OPERASI HARTA KARUN RAHASIA
Sunyi.
Satya membaca ulang. Lalu membaca lagi. Tetap sama.
OPERASI HARTA KARUN RAHASIA.
"Tidak." kata Satya.
"Tidak." kata Riko.
"TIDAK." kata Ibu.
---
PEMBURUAN DIMULAI
Dalam waktu sepuluh menit. Seluruh keluarga bergerak. Mencari Fajar. Pencarian dilakukan secara sistematis.
Kamar. Tidak ada.
Dapur. Tidak ada.
Gudang. Tidak ada.
Teras. Tidak ada.
Atap.
"Jangan bilang." gumam Satya.
Mereka naik. Untungnya. Tidak ada Fajar. Hanya kambing. Sedang berdiri. Di tempat yang secara ilmiah tidak masuk akal.
---
CLUE KEDUA
Di bawah pohon mangga. Mereka menemukan sekop hilang. Tali. Senter. Topi. Biskuit. Dan peta.
PETA.
Digambar tangan.
Dengan tulisan:
ZONA A
ZONA B
ZONA C
DAERAH BERBAHAYA
"Kenapa ruang cuci masuk daerah berbahaya?" tanya Tia.
"Karena dia pernah jatuh di situ." jawab Riko.
Masuk akal.
---
MARKAS RAHASIA
Akhirnya. Lulu menemukan sesuatu. Di gudang belakang. Ada suara.
Suara berbisik.
Sangat pelan.
Mereka mendekat.
Lalu mendengar: "Tim Elang Satu melapor."