Rumah

lidia afrianti
Chapter #1

Bidang Segiempat

Bidang segi empat itu sebuah tempat yang berisi ribuan atau bahkan jutaan kenangan dan kejadian. Disana semua dimulai, dari kehidupan yang tak mengenal sesuatu menjadi serba tahu. Sesuatu yang tidak boleh menjadi boleh dan kata jangan menjadi silahkan.

Sebuah aturan di jaga bahkan di wariskan kepada anak perempuan dan laki-laki di tempat yang mereka sebut rumah.

Sebuah pujian seolah menjadi batu loncatan untuk terus berkembang. Aku besar dari pujian dan aturan yang membuatku menjadi seorang perempuan yang luar biasa patuh dan enggan melakukan sebuah kesalahan, namaku Ranah.

Dan abangku affan, juga besar dari pujian dan kasih sayang yang begitu di eluhkan. Karena dia anak laki-laki satu-satunya di keluarga. Sebenarnya hitungannya tetap sama, aku juga anak perempuan satu-satunya. Tapi tetap saja ada bedanya.

Hidup dalam satu rumah bukan hanya keluarga inti. Ada paman, bibi, kakek dan nenek. Rasanya menyenangkan tapi kadang penuh sesak.

Setiap pagi ibu bangun lebih awal bersama nenek untuk menyiapkan barang dagangannya. Dan aku akan bangun setelahnya untuk menyiapkan sarapan pagi. Aku tidur satu kamar dengan yana dan dua anak dari bibiku yang lain. Karena di rumah yang cukup besar ini hanya ada tiga kamar.

Pernah satu kali aku minta untuk di beri kamar terpisah. Tapi ibu bilang belum bisa karena tidak ada ruangan untukku. Bagaimana pun juga rumah yang kami tinggali adalah rumah tua dari keluarga ibu.

Lihat selengkapnya