RUMAH BESAR

SofieSofiya
Chapter #9

Anak Laki-Laki (2)

Ada anak laki-laki yang mengawasi rumahku tiap malam.

Aku tidak tahu kapan dimulainya. Tiba-tiba saja, aku melihat bayangan berdiri di luar pagar rumah ketika sedang menutup jendela. Halaman depan terlalu luas untukku melihat dengan jelas siapa pemilik bayangan itu, jadi aku mengabaikannya, menganggap bahwa dia sekadar orang lewat.

Namun, hal itu terjadi di keesokan harinya. Lalu di keesokan harinya lagi. Suatu hari, tanpa mampu menahan rasa jengkel, aku berteriak dari jendela.

"SIAPA ITU?"

Anak itu tidak menjawab, tapi untuk pertama kalinya, aku melihatnya melangkah pergi.

Di hari-hari selanjutnya, dia hanya melewati jalan depan rumah tanpa berhenti.

Entah sejak kapan pula, aku mempunyai kebiasaan untuk meneliti anak laki-laki yang berpapasan denganku di siang hari. Anehnya tidak ada satu pun di antara mereka yang cocok dengan siluet anak itu.

Sebenarnya bisa saja aku berlari dan menangkap anak itu di tempat. Sayangnya, harus aku akui bahwa aku terlalu takut. Seorang perempuan berlari mengejar laki-laki di tengah malam? Tanpa tahu senjata apa yang bisa saja dibawa laki-laki itu? Terdengar berbahaya.

Kesempatan untuk bertatap muka dengan anak itu datang di suatu malam ketika aku harus mencari makan setelah tanpa sadar kehabisan mie instan.

Aku sedang berdebat dengan ibu di sepanjang jalan pulang, tanpa sadar bahwa aku telah sampai di depan rumah.

"Aku sudah bilang, aku tidak akan pulang. Kenapa harus naik kereta selama enam jam untuk mengambil baju? Tidak. Tidak! Oke, aku akan telanjang saja."

Ketika aku mematikan hubungan dengan marah, aku dan anak itu sudah bertatap mata.

"Anu... Uh. Adek cari siapa?"

Aku tergagap. Setengah kaget karena pada akhirnya bisa melihatnya dari jarak dekat, tanpa persiapan. Setengah lagi karena kagum oleh wajah tampannya.

Beberapa waktu berlalu, anak itu tak kunjung menjawab.

Uh? Anak berkebutuhan khusus?

Lihat selengkapnya