RUMAH BESAR

SofieSofiya
Chapter #10

Ikan-Ikan Mati

Anak itu meninggalkan ikan-ikannya.

Pagi itu aku terbangun, berjalan ke teras untuk menikmati udara segar setelah hujan, tapi malah mencium bau busuk amis yang menyengat.

Sumbernya adalah serenceng ikan busuk di sisi kanan teras. Keadaannya sudah sangat menjijikkan karena lalat-lalat bertelur di atasnya.

Untuk pertama kali sejak lulus SMA, aku menyuarakan berbagai macam umpatan. Umpatan-umpatan itu baru berhenti setelah aku berhasil mengubur ikan-ikan itu di halaman, jauh dari lahan yang dilewati orang.

Ayu datang tepat ketika aku memadatkan tanah penguburan, seolah tahu kapan waktu yang tepat untuk menghindari pekerjaan.

"Kenapa kamu masih ke sini?"

Dia sudah menerima uang sakunya, misinya sekarang adalah memancing teman baru dengan uang itu. Jadi kenapa dia masih mengrecoki diriku?

Namun, Ayu merengut.

"Mereka sudah ada rencana sendiri-sendiri. Tidak ada yang mau jalan keluar denganku. Biar saja! Aku akan menghabiskan masa liburan ini untuk belajar. Jika nanti aku masuk UI, aku akan menjadikan mereka semua lelucon di reuni!"

Aku butuh tepuk tangan. Bangga pada resolusinya. Anak pintar memang selalu bisa mengambil langkah tepat di segala masalah. Tidak peduli seberapa buruk kepribadiannya.

"Mbak bersedia jadi guru les privatku, kan?"

"Sayangnya aku nggak akan ada di rumah selama dua hari ke depan."

"Kenapa?"

"Pulang ke kota."

 Tanpa mengindahkan rengekan Ayu untuk ikut, aku berangkat dengan kereta siang di keesokan harinya.

Lihat selengkapnya