RUMAH BESAR

SofieSofiya
Chapter #12

Yang Datang dan Yang Kembali

Pulang ke rumah tidak semenanangkan ketika aku pertama kali tiba.

Mungkin karena aku lelah setelah melewati enam jam perjalanan dengan kereta, mungkin karena aku tidur meringkuk di kursi stasiun sejak jam dua, mungkin juga karena Pak Man tidak menyambutku dengan senyum lebar, yang mengingatkanku pada ayah.

Aku meninggalkan koperku sembarangan, melemparkan ranselku ke kaki ranjang, lalu membuang diriku sendiri ke kasur.

Rumah terasa sangat sunyi dan berada di dalamnya membuatku merasa kesepian. Tiba-tiba saja aku merindukan Ayu. Sayangnya, aku lupa mengatakan waktu kepulanganku. Kemungkinan seharian ini dia tidak akan datang kemari.

Notifikasi ponselku berbunyi. Segera saja aku merogohnya di saku celana. Berharap bahwa itu adalah pesan dari Ayu. Sejenak lupa bahwa kami belum bertukar nomor.

Benar saja, pesan yang datang bukan dari Ayu, melainkan ibuku.

Kenapa tidak pamit?

Aku membanting ponselku ke dinding kamar. Benda itu terbentur keras sebelum jatuh ke lantai. Layarnya pecah, namun bagian yang lain masih utuh.

Belum puas, aku melempar bantal, mencakar-cakar selimut dan sprei, lalu membalikkan kasur. Semakin aku menuruti dorongan amarah di kepalaku, semakin mual aku dibuatnya.

Karena aku tahu dari mana aku mendapat kebiasaan buruk ini.

Lihat selengkapnya