RUMAH BESAR

SofieSofiya
Chapter #21

The Girl and The Ghost

"ARGH"

Aku mundur

Di bawahku, Ayu menjauh dengan merangkak.

"Si-siapa?"

"Siapa? Kamu tidak tau siapa yang kamu panggil?"

Tubuh yang membiru. Badan yang membengkak. Kulit yang seolah akan hancur hanya dengan sentuhan ringan. Mata yang siap meledak, berwarna merah kehitaman.

Sosok yang bukan manusia, karena tidak mungkin manusia tetap bisa hidup dalam kondisi seperti itu. Walau begitu. Aku masih dapat mengenalnya dengan jelas.

Si anak ikan!

"Apa ini? Mana sambutanya?"

Aku menarik Ayu berdiri. Tanganku menggenggam lengan yang kuat-kuat. Bersiap lari kapan saja.

Kacak!

Kayu penahan pintu bergeser sendiri.

Mengunci akses terakhir kami.

Sial.

Berpikir Adriani! Ini rumahmu!

"Begini cara kalian memperlakukan mahluk yang kalian panggil?"

Si anak ikan berjalan mendekat. Tidak. Dia tidak berjalan, karena aku tidak melihat telapak kakinya. Namun, aku bisa mendengar suara 'cipak' sesuatu yang basah beradu dengan lantai semen rumah.

"Kenapa takut? Ekspresi yang tidak pantas di hadapan tamu. Menyinggung!"

Di belakangku, Ayu bergetar hebat. Aku memaksanya mundur. Seiring si anak ikan mendekat pada kami.

Ah, jendela paling ujung belum aku kunci karena gerendelnya patah.

"Oh iya. Aku kan tuan rumahnya!"

Tapi... Jendela itu berteralis.

Tunggu!

Apa?

Apa yang aku dengar?

"Dan kalian cuma hama yang masuk tanpa ijin."

Rumahnya, katanya?

Si anak ikan membuka rahangnya lebar-lebar. Bagian bawah wajahnya robek dari ujung telinga kanan ke ujung telinga kiri. Dari mulutnya yang menggantung, cairan hitam seperti tanah dasar sungai mengalir deras.

PERGI!

PERGI!

PERGI!

Rumah bergetar hebat. Di tengah suara yang menusuk langsung ke dalam kepala, aku dapat mendengar alat-alat makan berjatuhan di dapur.

KALIAN TIDAK BERHAK!

Aku merasa pernah mengalami hal seperti ini.

PERGI!

Ah.

Saat Ayah terbujur sakit di ranjangnya seminggu sebelum dia meninggal.

INI RUMAHKU!

Nenek memaksa Ibu agar menolak membawa Ayah ke rumah sakit.

Nenek berkata bahwa ayah tidak berhak menggunakan hartanya.

Lihat selengkapnya