RUMAH BESAR

SofieSofiya
Chapter #32

Side Story 3

Katanya, rumah joglo tidak boleh dihuni oleh tiga keturunan langsung berturut-turut. Mungkin karena itulah ibunya jadi sedikit gila.

Rama memangku adiknya. Di sekitar mereka, pohon jati tumbuh dengan sehat dan kuat.

Seandainya adik perempuannya bisa tumbuh seperti pohon-pohon jati ini.

Cantik adalah anak yang ringkih. Dia tidak kuat seperti anak-anak lain. Walau sudah berumur dua tahun, dia belum bisa berjalan dengan tegap. Itu semua karena dia tumbuh dengan kelaparan hampir setiap hari. Ibu mereka tidak mau menyusui Cantik, sementara bapak mereka jarang mau memberi uang untuk susu formula.

Rama mendekap adiknya yang tertidur dengan lebih kuat. Dari dalam rumah, suara pertikaian kedua orang tua mereka terdengar jelas.

Ibunya berteriak-teriak.

"Siapa yang mau hidup denganmu, hah! Kalau bukan karena paksaan orang tuaku! Kalau bukan karena cemoohan orang-orang! Kalau saja aku tidak punya tubuh ini! AAAAAAAA!"

Rama tau apa yang dilakukan ibunya saat ini meski tidak menyaksikannya secara langsung. Dia sudah hafal. Ibunya pasti sedang menyakiti dirinya sendiri. Dia selalu begitu ketika terlalu sadar diri pada tubuhnya.

Tubuh perempuan yang dibencinya.

Saat ibunya mengiris payudaranya setelah melahirkan Cantik. Rama tidak akan bisa melupakan hal itu.

Lihat selengkapnya