Blurb
Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang yang paling aman dan hangat justru menjadi sumber rasa sakit yang paling dalam bagi Rheyna. Orang tua yang seharusnya menjadi pelindung dan penopang hidupnya justru menorehkan luka. Keduanya tidak bercerai karena mempertahankan harga diri dan martabat keluarga tapi justru itu yang lebih menyakitkan karena setiap hari harus melihat dan mendengar orang tuanya bertengkar. Pertengkaran demi pertengkaran orang tuanya di rumah membuat luka semakin dalam hingga menjadi trauma.
Rheyna menjalani hidup dengan biasa. Ia tetap berinteraksi tapi pertengkaran orang tuanya terus membayanginya hingga ia lebih menutup diri. Memilih membentengi diri dari orang-orang di sekitarnya. Memberi batas pada mereka yang berusaha mendekatinya.
Saat seseorang datang, melihat luka yang Rheyna sembunyikan dan mencoba mendekatinya, akankah Rheyna memberikan kesempatan untuk menyembuhkan luka dan traumanya? Akankah Rheyna menemukan rumah tempatnya untuk pulang?