Rumah Bunda

Asbihany Fany
Chapter #23

22 || ANAK SULUNG: JEMPUT

"Jadi nggak lama lagi kamu ke Bandung, ya?" tanyaku pada Puja.

Sekarang kami berdua ada di kamarnya, membahas seputar kejuaraannya yang sebentar lagi akan berlangsung. Sebenarnya kami bertiga. Ada aku, Puja, dan Fuji. Namun, sampai tiba-tiba dia kedatangan tamu, tersisa aku dan Puja di sini.

"Berarti Alan itu adik kandungnya Kak Chia?" tanya Puja.

Aku menatapnya terlebih dahulu. Aku sudah mendengar bagaimana Alan memperlakukan Puja di sekolah. Aku bisa memahami kenapa Puja sangat membenci pemuda itu, apalagi fakta bahwa Alan adalah adik kandungku. Berulang kali kudengar dia menggerutu tentang Alan. Padahal, melihat Alan secara langsung saja aku belum pernah.

"Iya," jawabku akhirnya. "Faktanya begitu."

Puja mengembuskan napas panjang. Ia menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang, lalu menatap langit-langit kamar. Wajahnya tampak seperti sedang berusaha menerima kenyataan yang menurutnya cukup sulit dipercaya.

"Aneh banget."

"Apa?"

"Orang yang paling bikin aku benci di sekolah ternyata malah adik kandung Kak Chia."

Aku tertawa kecil. "Segitu bencinya kamu sama dia?"

"Banget."

Jawabannya cepat sekali.

Aku kembali tertawa. "Awas, lho. Jangan terlalu membenci. Entar malah jadi sayang," kataku, sekadar menggoda.

"Ihh, amit-amit." Puja mendengus. "Nggak akan pernah."

Tawaku kembali pecah. Puja terlihat benar-benar tidak terima dengan kemungkinan yang baru saja kusebutkan. Ia bahkan mengambil bantal di sampingnya lalu memeluknya seolah benda itu bisa melindunginya dari pembicaraan kami sendiri. Aku memperhatikannya sambil tersenyum.

"Kenapa sampai segitunya?"

Puja tidak langsung menjawab. Ia malah merapatkan pelukannya pada bantal, sementara bibirnya mengerucut kesal. Tatapannya beralih ke lantai, seperti sedang mengingat satu per satu kejadian yang membuatnya begitu antipati kepada Alan.

"Dia nyebelin, kak."

"Alasan yang sangat spesifik?"

"Serius, Kak. Dia itu..."

Puja berhenti sebentar. Alisnya berkerut.

Lihat selengkapnya