Blurb
Rumah ini retak. Tetapi tidak runtuh. Seperti kondisi keluarga ini. Seperti tidak pernah benar-benar utuh. Tetapi juga tidak pernah benar-benar tercerai. Setiap kamar menyimpan jenis kekalahan yang berbeda. Ada yang kalah oleh usia. Ada yang kalah oleh kota. Ada yang kalah oleh utang. Ada yang kalah oleh cinta. Ada yang kalah oleh penyakit. Ada yang kalah oleh dirinya sendiri. Dan mungkin aku pun termasuk di antaranya.
Aku yang ingin memugarkan rumah ini. Atau membangun rumah kembali untukku sebagai harapanku. Sebatas itu. Rumah bisa jadi tempat di mana orang-orang yang retak dan terus membiarkan ketidaksempurnaan tetap tumbuh dan hanya untuk tetap menjadi utuh. Dan dalam keadaan melawan retak itu, aku bertanya, "Apa arti rumah?"